Musi Rawas, Perssilam News - Laju Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi rawan mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (24/7/2026), usai ditutup melemah 0,30 persen ke posisi 6.315 pada Kamis pekan ini, sebagaimana dilansir dari Money.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan pergerakan indeks saham berada pada kisaran support 6.296 dan resistance 6.366. Potensi penurunan ini dipicu oleh maraknya aksi ambil untung dari para Investor. "Untuk Jumat kami perkirakan IHSG rawan koreksi dengan support 6296 dan resist 6366," ujar Analyst MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.Selain dinamika teknikal pasar, kecemasan pelaku pasar juga dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan politik di kawasan Timur Tengah. Kondisi geopolitik tersebut memicu lonjakan harga komoditas global seperti emas dan minyak mentah."Dimana aksi profit taking rawan terjadi ditambah investor masih mencermati akan konflik Timur Tengah yang memanas kembali, sehingga terdapat kenaikan harga minyak mentah dan emas," papar Analyst MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.
Advertising
Untuk perdagangan Jumat, Herditya merekomendasikan sejumlah saham ritel seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada target Rp 3.120-Rp 3.180, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) di kisaran Rp 6.450-Rp 6.700, serta PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) dengan target Rp 2.660 - Rp 2740. Sementara itu, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Alrich Paskalis Tambolang, menyoroti lonjakan harga minyak jenis WTI yang menembus 89 dollar AS per barrel dan Brent di atas 97 dollar AS per barrel akibat konflik Amerika Serikat dan Iran.
Advertising
"Harga minyak mentah menguat lebih dari 3 persen, dengan WTI dan Brent masing-masing berada di atas 89 dollar AS per barrel dan 97 dollar AS per barrel akibat eskalasi konflik AS-Iran," ucap Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Alrich Paskalis Tambolang. Kenaikan harga energi tersebut memicu kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global dan menekan nilai tukar rupiah hingga melemah 0,11 persen ke level Rp 17.936 per dollar AS di pasar spot.Dari tinjauan teknikal, indikator Stochastic RSI menunjukkan pola death cross di zona overbought. Apabila menembus ke bawah MA5 di level 6.279, IHSG berpotensi menguji support berikutnya di area 6.200 hingga 6.250.
Di sisi lain, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memberikan rekomendasi investasi jangka menengah untuk saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan target utama Rp 2.260 dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dengan target harga Rp 18.925.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Reaksi :
Artikel Terkait






.jpg)


