
Indonesia, Perssilam - Investor asing melepas saham PT Antam Tbk (ANTM) dalam jumlah besar. Pada sesi I perdagangan Selasa 12 Mei 2026, mereka melakukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 100,61 miliar. Net sell terjadi saat jumlah saham yang dijual lebih banyak daripada yang dibeli. Aksi ini bukan kejadian tunggal. Total jual bersih asing di seluruh Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 653,4 miliar pada periode yang sama.
Advertising
Berdasarkan data BEI yang dihimpun Stockbit Sekuritas dan Investor Daily, volume saham yang dilepas mencapai 27,74 juta lembar. Angka ini didapat dari perhitungan harga rata-rata sesi pertama. Tekanan jual ini membuat harga saham ANTM turun 3,78 persen. Saat laporan keluar, harga saham berada di posisi Rp 3.560 per lembar.
Penurunan ini menunjukkan tren negatif yang berlanjut. Dalam sepekan terakhir, saham ANTM sudah terkoreksi sebesar 3,79 persen. Namun, jika melihat data sejak awal tahun atau year to date, saham ini sebenarnya masih untung 13 persen. Data IDX menunjukkan aktivitas perdagangan saham ANTM cukup tinggi. Ada 58,32 juta lembar saham yang berpindah tangan dengan frekuensi transaksi 22,1 ribu kali. Total nilai transaksi untuk emiten tambang emas negara ini mencapai Rp 211 miliar pada paruh pertama hari itu. Kondisi ini merupakan kelanjutan dari tren hari sebelumnya. Pada Senin 11 Mei 2026, investor asing juga menjual saham ANTM dengan nilai Rp 24,1 miliar. Tekanan jual dua hari berturut-turut ini memberikan sinyal waspada bagi pemegang saham.
Advertising
CGS International Sekuritas Indonesia memberikan analisis teknikal untuk membantu investor. Mereka melihat ada area support atau batas bawah harga di kisaran Rp 3.400 sampai Rp 3.550. Support adalah level harga di mana minat beli biasanya naik sehingga mencegah harga turun lebih jauh. Untuk target jangka pendek, harga saham ANTM diprediksi bisa naik ke angka Rp 3.830 hingga Rp 3.960.
Gerakan harga saham ini tidak lepas dari kondisi ekonomi global. Nilai tukar rupiah yang melemah membuat investor asing cenderung menarik modal mereka. Selain itu, gejolak politik antarnegara atau geopolitik menambah rasa tidak aman di pasar modal. Hal ini memicu aksi jual massal pada saham-saham besar di Indonesia termasuk Antam.
Advertising
Hyundai Hillstate sendiri adalah tim kuat dengan koleksi tiga gelar juara. Mereka pernah juara pada musim 2010/2011, 2015/2016, dan yang terbaru pada musim 2023/2024. Kehadiran Megawati diharapkan bisa menambah jumlah trofi tersebut di lemari juara klub asal Suwon ini.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











