
Indonesia, Perssilam - Formula 1 kembali menggebrak Afrika setelah absen lama. Afrika Selatan kini giat mendorong agar balapan ini pulang ke benua hitam. Presiden Cyril Ramaphosa rencananya hadir di salah satu grand prix musim ini. Langkah itu bagian dari lobi keras negara itu. Sudah 31 tahun F1 tak singgah Afrika. Terakhir kali pada 1993 di Sirkuit Kyalami, Afrika Selatan. Menteri Olahraga Gayton McKenzie umumkan kunjungan presiden itu. Ia sebut ini kunjungan kerja, bukan sekadar bersantai, kata African Business. McKenzie bilang presiden akan amati langsung.
Advertising
Ia juga akan berinteraksi dan perkuat argumen mereka. Tapi McKenzie belum sebut putaran mana yang dikunjungi Ramaphosa. Rincian keluar nanti, kata dia, saat waktunya pas dan koordinasi dengan kantor presiden. Afrika Selatan kejar target dengan cara teratur. Mereka penuhi syarat grand prix satu per satu. Syarat itu meliputi urusan dagang, pengiriman barang, bangunan sirkuit, dan pengamanan. McKenzie tekankan mereka kerjakan langkah demi langkah. Pendekatan ini pastikan tak ada yang terlewat.
BACA JUGA: Stres ternyata dapat menyebabkan penyakit ini
BACA JUGA: FIFA Menyatakan bahwa Piala Dunia 2026 Akan Menjadi Simbol Persatuan Dunia
Sirkuit Kyalami jadi andalan utama. Lokasinya di utara Johannesburg. Tempat ini pusat rencana baliknya F1. Tahun lalu FIA setujui rencana upgrade ke Grade 1. Grade 1 itu standar tertinggi FIA untuk sirkuit F1. Butuh tiga tahun konstruksi sampai siap. Apex Circuit Design dari Inggris pimpin proyek. Mereka perbaiki aspek teknis. Tata letak 4,52 km tetap sama. Tambahan fitur keselamatan dan bangunan pendukung juga dipasang.
Advertising
Tapi Afrika Selatan tak sendirian. Negara lain di Afrika ikut berebut. Rwanda ajukan tawaran F1 Desember 2024. Mereka rencanakan sirkuit permanen dekat Kigali. Maroko kembangkan fasilitas di sekitar Tangier, kata laporan.
Advertising
CEO Formula 1 Stefano Domenicali akui minat besar di Afrika. Ia bicara Mei lalu. Tapi ia minta sabar. "Kami tak bisa ke tempat baru lalu cepat pergi," katanya. "Kami dorong obrolan dengan tiga lokasi di Afrika. Realistis, hasilnya tak segera datang." Kalender F1 2027 dan 2028 punya 24 putaran. Slot baru mungkin dibuka. Thailand dan Korea Selatan juga incar tempat itu.
Lewis Hamilton, pembalap Ferrari dan juara dunia tujuh kali, dukung penuh. Ia perjuangkan ini enam atau tujuh tahun. Sebelum Grand Prix Australia pembuka musim, Hamilton bilang: "Saya tahu mereka usaha keras. Sudah kunjungi beberapa negara. Saya tak mau tinggalkan olahraga ini tanpa grand prix di Afrika. Saya kejar mereka agar bisa balapan di sana."
Advertising
McKenzie tambah semangat. "Generasi muda penggemar motorsport di Afrika tak pernah lihat F1 di dekat rumah," katanya. "Kami ubah itu sekarang." Upaya ini bisa hidupkan gairah balap di benua yang haus aksi cepat roda F1.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











