
Indonesia, Perssilam - PT PLN (Persero) resmi terapkan harga token listrik prabayar untuk tanggal 23 hingga 26 April 2026. Aturan ini berlaku bagi semua pelanggan. Info pasti seperti ini sangat dibutuhkan. Masyarakat bisa atur jadwal isi token sebelum pulsa listrik nol.
Advertising
Token listrik tak sama seperti pulsa ponsel. Saat beli token, uang rupiah langsung jadi satuan energi kWh. Pelanggan terima jumlah kWh berbeda. Padahal nominal bayar sama.
Ini dilaporkan Money. Beberapa hal teknis pengaruhi itu. Misalnya golongan tarif dasar listrik. Itu tergantung daya terpasang di rumah. Ada juga Pajak Penerangan Jalan atau PPJ. Pajak ini beda di tiap daerah. PPJ dipakai daerah untuk biaya lampu jalan umum.
Pemerintah pilih tak ubah harga tarif listrik sepanjang April 2026. Tarif masih ikut aturan triwulan kedua tahun 2026. Kelompok pelanggan nonsubsidi pun begitu.
Advertising
Nonsubsidi berarti rumah tangga atau usaha tak dapat subsidi pemerintah. Mereka bayar tarif penuh. Aturan bilang tarif nonsubsidi harus dicek ulang tiap tiga bulan. Pemerintah lihat data ekonomi dunia. naikkan harga barang sehari-hari. Nilai tukar rupiah ke dolar AS ikut perhitungan. Kalau rupiah melemah, biaya bahan bakar listrik naik. Harga Batubara Acuan atau HBA jadi patokan utama. Batubara banyak dipakai pembangkit listrik.
Advertising
Indonesian Crude Price atau ICP pantau harga minyak mentah Indonesia.Faktor-faktor itu sering berubah. Tapi untuk triwulan II 2026, tarif nonsubsidi tetap sama. Hasilnya, harga token listrik periode 23-26 April tak naik dari sebelumnya. Pelanggan tak perlu khawatir tambah biaya mendadak.
Data resmi dari situs web PLN tunjukkan detail tarif dasar listrik atau TDL per kWh. Ini untuk pelanggan rumah tangga nonsubsidi. Berlaku tanggal 23-26 April 2026:
| Golongan Daya | Kategori Tarif | Harga per kWh |
|---|---|---|
| 900 VA | R-1/TR | Rp 1.352 |
| 1.300 VA | R-1/TR | Rp 1.444,70 |
| 2.200 VA | R-1/TR | Rp 1.444,70 |
| 3.500–5.500 VA | R-2/TR | Rp 1.699,53 |
| 6.600 VA ke atas | R-3/TR | Rp 1.699,53 |
Advertising
Hasilnya sekitar 33,57 kWh. Cukup buat nyalain rumah dua hari penuh. Tergantung pemakaian.
Sekarang bandingkan beli token lebih besar. Katakan Rp 100.000. Potong PPJ Rp 3.000. Sisa Rp 97.000 masuk hitungan. Pakai tarif sama Rp 1.444,70 per kWh. Rp 97.000 bagi tarif itu. Dapat 67,14 kWh. Hampir dua kali lipat dari yang kecil.
Meteran langsung tambah energi ini.
Kenapa PPJ beda jumlah? Itu 3 persen dari nilai token. Jadi beli besar, potongannya ikut naik. Tapi sisa uangnya lebih efisien. Pelanggan hemat kalau isi sering. Hitung sendiri sebelum beli. Cek saldo meteran. Pastikan token cocok kebutuhan harian. Begini caranya paham berapa listrik yang didapat setelah potong pajak.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











