.jpeg)
Advertising
Targetnya capai satu juta unit per tahun. Angka itu cukup besar untuk penuhi kebutuhan pasar dunia. Tesla tak berhenti di situ. Mereka rencanakan lini produksi generasi kedua di Gigafactory Texas. Lokasi itu sudah jadi pusat produksi besar Tesla.
Kapasitasnya diproyeksi hingga 10 juta unit per tahun. Robot Optimus akan bantu kerja internal Tesla dulu. Misalnya, mereka rakit baterai untuk mobil dan produk lain. Elon Musk, CEO Tesla, bilang, "Kami kemungkinan akan membuat Optimus berguna di luar Tesla mulai tahun depan."
BACA JUGA: Internasional : Menurut data IOM ada Sekitar 8.000 Migran Telah Meninggal atau Hilang pada tahun 2025
BACA JUGA: Otosports : Ai Ogura Bergabung dengan Yamaha, Sebuah Pelajaran Pahit bagi Honda
Advertising
Optimus pakai teknologi embodied AI. Embodied AI berarti kecerdasan buatan yang ada di tubuh fisik robot. Teknologi ini sama dengan yang gerakkan Full Self-Driving atau FSD di mobil Tesla. FSD bantu mobil nyetir sendiri dengan kamera dan sensor. Tesla saingan ketat dengan perusahaan lain.
Figure AI kembangkan robot mirip untuk pabrik. Boston Dynamics punya robot Atlas yang lincah lompat dan angkat barang. Produsen China juga ikut bersaing dengan harga murah dan produksi cepat.
Advertising
Rencana awal luncurkan Optimus V3 pada April. Tapi Musk tunda itu. Alasan utama jaga rahasia desain dari mata lawan. "Peluncuran Optimus V3 kemungkinan diundur ke akhir Juli atau Agustus, bertepatan dengan dimulai produksi," kata Musk. Langkah ini lindungi keunggulan teknologi Tesla.
Musk yakin bisnis robotika punya masa depan cerah. Ia prediksi nilai pasar capai triliun dolar AS. Rasio robot bisa satu atau dua unit per orang di Bumi. "Di masa depan jumlah robot bisa mencapai satu hingga dua unit untuk setiap manusia di Bumi," ujarnya. Visi itu gambar dunia di mana robot bantu tugas sehari-hari seperti bersih-bersih atau kerjakan pabrik.
Advertising
Tapi analis keuangan lebih hati-hati. Mereka ragu dampak langsung ke pendapatan Tesla. Bank of America bilang kontribusi besar baru kelihatan jangka panjang. Pasar robot humanoid global butuh waktu tumbuh. Alexander Perry, analis Bank of America, beri perkiraan jelas.
Ia sebut pengiriman global capai 1,2 juta unit pada 2030. Angka itu melonjak jadi 10 juta unit pada 2035. Proyeksi ini tunjuk pertumbuhan lambat tapi pasti. Tesla harus siap hadapi tantangan produksi massal dan adopsi pasar.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











