Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Nasional : Presiden Memperlonggar Kredit untuk Nelayan Hingga 12 Tahun ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Senin, Februari 16, 2026

Nasional : Presiden Memperlonggar Kredit untuk Nelayan Hingga 12 Tahun


Indonesia, Perssilam - Presiden Prabowo Subianto berencana beri keringanan bagi nelayan soal bayar kredit. Langkah ini bagian dari program bangun fasilitas di desa nelayan. Fasilitas itu termasuk pabrik es, cold storage, dan kapal nelayan baru. Dia sampaikan rencana itu di acara Indonesia Economic Outlook 2026. Lokasinya di Wisma Danantara, Jumat 13 Februari 2026. "Bukan bagi-bagi uang," katanya. "Kita atur lewat koperasi. Semua biaya mereka balik ke bank dan pemerintah. Kita beri waktu bayar panjang, lebih dari 10 tahun. Bisa 11 atau 12 tahun." Keringanan ini bantu nelayan lunasi utang tanpa beban berat. Mereka bisa fokus tangkap ikan lebih banyak. Hasilnya, pendapatan naik. Program ini pakai dana pemerintah secara terstruktur. Bukan sembarang bagi duit. Pemerintah targetkan bangun desa nelayan di seluruh Indonesia. Tahun 2026, rampung 1.000 desa. Itu artinya ribuan nelayan dapat bantu langsung. Desa nelayan jadi pusat aktivitas mereka. Lengkap dengan alat dan sarana pendukung.
Advertising
BACA JUGA:Budaya : Imlek adalah perayaan besar bagi masyarakat Tionghoa, namun bukan merupakan hari besar keagamaan
Dalam lima tahun ke depan, jumlahnya jadi 5.000 desa. tersebar di berbagai daerah pesisir. Program ini lawan kemiskinan di desa-desa nelayan. Banyak keluarga nelayan hidup susah. Mereka butuh bantuan nyata untuk maju.Presiden bilang setiap desa nelayan punya ratusan warga. Ada yang 300 nelayan. Ada 500. Bahkan sampai 2.000 orang. "Dalam empat tahun, kita bangun 5.000 desa nelayan," tegasnya. Sejak Indonesia merdeka, nelayan jarang dapat perhatian pemerintah. Mereka kesulitan beli solar untuk kapal. Pasar jauh, susah jual ikan segar. Tidak ada tempat simpan ikan dingin. Ikan cepat busuk. Kerugian besar tiap hari. Bayangkan nelayan pulang dengan tangkapan penuh. Tapi ikan mati karena panas. Harga jatuh di pasar. Keluarga lapar. Masalah ini berlangsung puluhan tahun. Pemerintah kini ubah itu semua.
Desa nelayan baru dilengkapi fasilitas lengkap. Pabrik es bikin es cepat untuk simpan ikan. Cold storage jaga ikan tetap segar berhari-hari. Dermaga kuat untuk bongkar muat aman. Kapal dibagi gratis lewat koperasi. Pemerintah juga siapkan kendaraan angkut ikan ke pasar. Pelabuhan dibuka lebih banyak. Bahkan lapangan terbang kecil untuk ekspor langsung. Nelayan bisa jual ikan ke luar negeri tanpa tengah. Harga lebih tinggi. Keuntungan besar. "Ini bantu nelayan ekspor hasil tangkapan," kata Presiden. "Tiap desa dapat pabrik es. Cold storage siap pakai. Dermaga kokoh. Kapal baru dibagikan. Kendaraan ada. Pelabuhan dibuka. Lapangan terbang untuk kirim ikan ke luar." Program ini ubah nasib nelayan kecil. Mereka kini punya alat modern. Tidak lagi bergantung musim atau cuaca buruk. Koperasi kelola dana agar adil. Semua bayar cicil panjang. Ekonomi desa pesisir bangkit. Indonesia negara kepulauan besar. Nelayan jumlahnya jutaan. Mereka sumber protein utama rakyat. Tapi kemiskinan tinggi di kalangan mereka. Data tunjukkan banyak desa pesisir miskin. Desa nelayan jawab masalah itu.
Advertising
BACA JUGA:Politik : Menjaga Etika Politik di Era Digital
Dengan 1.000 desa rampung tahun ini, dampak langsung terasa. Nelayan di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Papua dapat fasilitas. Mereka tangkap lebih banyak ikan. Olah jadi barang bernilai tambah. Ekspor naikkan devisa negara.Lima tahun lagi, 5.000 desa berarti jutaan orang terjangkau. Tiap desa jadi contoh sukses. Nelayan belajar kelola koperasi. Bayar kredit tepat waktu. Kemiskinan turun drastis. Desa mandiri ekonomi. Presiden tekankan organisasi koperasi penting. Bukan bagi duit mentah. Dana dipakai bangun aset. Aset hasilkan uang sendiri. Nelayan balik modal pelan-pelan. Waktu 10-12 tahun cukup aman. Tidak tekan petani laut. Fasilitas seperti cold storage cegah pemborosan. Ikan segar tahan lama. Bisa proses fillet atau kaleng. Nilai jual melonjak. Pasar ekspor China, Jepang, Eropa tunggu produk Indonesia.BACA JUGA:Serie A : Keuangan klub semakin baik, pemimpin RedBird Gerry Cardinale turun tangan untuk bertemu dengan skuad AC Milan
Dermaga dan pelabuhan kurangi risiko kecelakaan. Kapal aman berlabuh. Kendaraan cepat angkut ke bandara. Ekspor langsung hemat biaya. Nelayan dapat untung lebih banyak. Program ini lahir dari janji kampanye. Presiden paham susah nelayan. Dia kunjungi banyak desa pesisir. Dengar keluhan langsung. Kini aksi nyata. Indonesia Economic Outlook jadi panggung umumkan rencana besar. Nelayan kini punya harapan baru. Mereka siap kerja keras. Pemerintah dukung penuh. Hasil tangkapan tak lagi sia-sia. Desa nelayan jadi mercusuar kemajuan.Editor Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:
Advertising
You Might Like
BRI Super League
Religi
Random Post
Nasional



X

Premier League

BRI Super League : Persija memberikan waktu libur kepada skuadnya pada saat perayaan Idulfitri

Indonesia, Perssilam - Setelah menyelesaikan laga pekan ke-25 Liga 1 2025/2026 melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadiu...

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Popular

Archive

Pengunjung

32,626,110
 

close