
Indonesia, Perssilam - Tahun Baru Imlek menjadi hari besar bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Perayaan ini mengikuti kalender bulan. Kalender bulan itu mengukur waktu berdasarkan putaran Bulan mengelilingi Bumi. Berbeda dengan kalender matahari yang kita pakai sehari-hari. Kalender matahari ikut pergerakan Bumi mengelilingi Matahari. Karena itu, tanggal Imlek selalu bergeser. Ia jatuh antara akhir Januari sampai pertengahan Februari setiap tahunnya.
Advertising
BACA JUGA:Politik : Menjaga Etika Politik di Era DigitalDi Indonesia, ribuan keluarga Tionghoa merayakannya dengan gembira. Mereka berkumpul di rumah kerabat. Bersama-sama menyiapkan dan menyantap makanan khas. Seperti lumpia yang renyah berisi sayur dan daging. Atau kue keranjang yang manis lengket dari tepung ketan. Pasar tradisional menjadi ramai. Penjual memajang baju merah cerah untuk membuang sial.
Juga pernak-pernik seperti amplop merah angpao berisi uang keberuntungan. Jalan-jalan kota seperti di Jakarta dan Surabaya dihiasi barongsai raksasa. Lentera merah besar bergoyang ditiup angin malam. Suara genderang dan simbal memenuhi udara. Perayaan ini tidak terbatas di Indonesia. Di Tiongkok, jutaan orang berjuang pulang kampung. Mereka naik kereta api yang penuh sesak.
Advertising
BACA JUGA:Serie A : Keuangan klub semakin baik, pemimpin RedBird Gerry Cardinale turun tangan untuk bertemu dengan skuad AC MilanPeriode ini disebut Chunyun, perjalanan massal terbesar di dunia. Singapura menggelar parade megah. Ribuan penari memainkan tarian naga panjang berwarna-warni. Di Amerika Serikat, Chinatown San Francisco berubah jadi pesta rakyat. Api kembang api meledak di langit malam. Bahkan di Eropa, London menyulap Trafalgar Square jadi pusat festival Imlek. Ribuan orang nonton pertunjukan tradisional dari Tiongkok.
BACA JUGA:Kesehatan : WHO Desak Percepatan Operasi Katarak, Jutaan Orang Terancam Buta Padahal Bisa Pulih dalam 15 Menit
BACA JUGA:Kesehatan : WHO Desak Percepatan Operasi Katarak, Jutaan Orang Terancam Buta Padahal Bisa Pulih dalam 15 MenitImlek menunjukkan ikatan budaya yang kuat. Ia menyatukan keluarga yang terpisah jarak jauh. Juga mempererat komunitas di mana saja. Setiap tahun, perayaan ini membawa harapan baru. Keberuntungan segar untuk tahun kerbau, naga, atau hewan zodiak lainnya. Orang membersihkan rumah sebelumnya untuk sapu sial lama. Mereka sambut Tahun Baru dengan senyum lebar.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :













