
Indonesia, Perssilam - Dua pertandingan sudah berlalu sejak Iwan Setiawan menjabat pelatih baru Sriwijaya FC. Tim Laskar Wong Kito ini belum sekali pun menang. Padahal, klub asal Sumatera Selatan ini punya sejarah panjang di sepak bola Indonesia. Iwan tetap optimis. Ia lihat grafik permainan tim naik tajam. Pemain mulai tunjukkan semangat juang yang lebih kuat. Pada laga terakhir, Sriwijaya FC tumbang 1-2 lawan Persikad Depok. Pertandingan digelar di Stadion Chandrabhaga, Bekasi. Itu terjadi Jumat malam, 20 Februari 2026. Skor akhir ini perkuat catatan buruk Iwan. Dua laga awal kepelatihannya nihil kemenangan. Tim kebobolan dua gol, tapi bisa cetak satu. Itu tanda serangan mulai hidup.
Advertising
Meski kalah lagi, Iwan soroti sisi positif. Ia bandingkan dengan pertandingan pertama. Kali ini, pemain lebih berani ambil risiko. Mereka push bola ke depan dengan cepat. Gerakan lebih progresif. "Kami bersyukur walaupun belum menang," kata Iwan usai laga. "Ada progres dibanding laga pertama kemarin. Saya apresiasi para pemain. Mereka tampil lebih baik."
Iwan jelaskan detail kemajuan itu. Tim mulai kuasai skema permainan yang ia tanamkan. Skema ini pola taktik khusus, seperti formasi pemain dan pola serang. Intensitas serangan kini lebih tinggi. Pemain tekan lawan terus-menerus. Transisi dari bertahan ke menyerang pun lebih rapi. Bola mengalir lancar antar lini. Tapi, kelemahan masih ada. Konsentrasi buyar di detik krusial. Misal, saat lawan cetak gol kedua. Itu momen lemah lini belakang.
Pekerjaan rumah tim masih menumpuk. Penyelesaian akhir kurang akurat. Banyak peluang gagal jadi gol. Kestabilan pertahanan juga rapuh. Pemain belakang sering lengah. Iwan tahu ini prioritas. Dengan waktu satu pekan untuk latihan, ia targetkan perbaikan cepat. Laga berikutnya lawan Sumsel United. Rival lokal ini jadi ujian berat. "Masih banyak yang harus diperbaiki," tegas Iwan. "Tapi dengan waktu yang ada, mudah-mudahan kami bisa dapat hasil lebih baik di pertandingan selanjutnya." Ia yakin latihan intens bisa benahi masalah. Pemain butuh drill khusus untuk fokus dan finishing
BACA JUGA:Kriminal : Oknum Brimob di Tual yang diduga melakukan penganiayaan terhadap pelajar hingga menyebabkan kematian, kini terancam hukuman penjara selama 15 tahun
BACA JUGA:Kriminal : Oknum Brimob di Tual yang diduga melakukan penganiayaan terhadap pelajar hingga menyebabkan kematian, kini terancam hukuman penjara selama 15 tahunIwan tak lupa ajak suporter. Ia minta dukungan warga Sumatera Selatan tetap deras. Meski hasil belum maksimal, fans jangan menyerah. Dukungan moral ini jadi bensin tim. Bantu proses bangkit dari paceklik gol. "Doa dan support suporter adalah semangat kami," katanya mantap. "Kami akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Sriwijaya FC." Harapannya, kandang penuh saat laga rumah nanti. Itu energi tambahan buat Laskar Wong Kito rebut tiga poin pertama.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :













