Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Kesehatan : WHO Desak Percepatan Operasi Katarak, Jutaan Orang Terancam Buta Padahal Bisa Pulih dalam 15 Menit ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Senin, Februari 16, 2026

Kesehatan : WHO Desak Percepatan Operasi Katarak, Jutaan Orang Terancam Buta Padahal Bisa Pulih dalam 15 Menit


Indonesia, Perssilam - Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) kembali mengingatkan bahwa kebutaan akibat katarak sejatinya bisa dicegah. Namun hingga kini, jutaan orang masih hidup dalam keterbatasan penglihatan karena belum mendapat akses ke operasi katarak yang mana itu adalah sebuah tindakan medis sederhana, cepat, dan sangat terjangkau yang mampu mengembalikan penglihatan secara instan. Peringatan ini diperkuat oleh studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal ilmiah The Lancet Global Health.
Laporan tersebut mengungkap fakta mencemaskan bahwa hampir setengah dari seluruh penderita kebutaan akibat katarak di dunia masih belum mendapatkan operasi.Padahal, katarak, kondisi ketika lensa mata menjadi keruh dan menyebabkan penglihatan kabur hingga buta menyerang lebih dari 94 juta orang secara global.Ironisnya, operasi katarak hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit dan dikenal sebagai salah satu prosedur medis paling hemat biaya dengan dampak jangka panjang.
Meski demikian, peningkatan cakupan operasi secara global dalam dua dekade terakhir baru sekitar 15 persen. Untuk dekade ini, kenaikannya diproyeksikan hanya 8,4 persen, jauh dari target ambisius World Health  Assembly yang menargetkan peningkatan 30 persen akses operasi katarak pada 2030.“Operasi katarak adalah salah satu alat paling kuat untuk memulihkan penglihatan dan mengubah hidup seseorang,” ujar Devora Kestel, Pelaksana Tugas Direktur Departemen Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Mental WHO.Studi yang menganalisis data dari 68 negara pada periode 2023–2024 menunjukkan kesenjangan paling besar terjadi di kawasan Afrika. 
Di wilayah ini, tiga dari empat orang yang membutuhkan operasi katarak belum tertangani. Perempuan juga tercatat sebagai kelompok paling terdampak di semua kawasan, dengan akses layanan yang secara konsisten lebih rendah dibanding laki-laki.WHO menyoroti berbagai hambatan struktural yang telah berlangsung lama, mulai dari keterbatasan dan distribusi tenaga kesehatan mata yang tidak merata, biaya yang masih harus ditanggung pasien, antrean operasi yang panjang, hingga rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya operasi katarak bahkan di daerah yang sebenarnya sudah memiliki layanan.
Selain faktor usia sebagai penyebab utama, perkembangan katarak juga dipercepat oleh paparan sinar UV-B berlebihan, kebiasaan merokok, penggunaan kortikosteroid, serta penyakit seperti diabetes.WHO menegaskan, mengakhiri kebutaan yang sebenarnya bisa dicegah ini bukanlah mimpi.Negara-negara didorong untuk memasukkan skrining penglihatan dan pemeriksaan mata ke dalam layanan kesehatan primer, memperkuat infrastruktur bedah, serta memperluas dan meratakan distribusi tenaga kesehatan mata, terutama di wilayah pedesaan dan kelompok rentan.Editor Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:
Advertising
You Might Like
BRI Super League
Religi
Random Post
Nasional



X

Premier League

BRI Super League : Persija memberikan waktu libur kepada skuadnya pada saat perayaan Idulfitri

Indonesia, Perssilam - Setelah menyelesaikan laga pekan ke-25 Liga 1 2025/2026 melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadiu...

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Popular

Archive

Pengunjung

32,626,110
 

close