
Indonesia, Rusia mengumumkan kesiapannya adakan pertemuan tatap muka antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Syarat utamanya jelas. Zelenskyy harus datang ke Moskow. Berita ini muncul di The Kyiv Independent pada Kamis, 29 Januari 2026. Pernyataan itu keluar dari mulut penasihat Kremlin Yuri Ushakov. Ia bicara pada 28 Januari. Ushakov tegas bilang Rusia tak pernah tolak obrolan langsung. Rusia janji lindungi keamanan Zelenskyy sepenuhnya kalau dia kunjungi Rusia. Ini langkah besar di tengah konflik panjang yang sudah tarik ribuan nyawa sejak 2022.
Temukan lebih banyak
Bisnis
Kabar ini timbul setelah Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha buka suara. Sybiha sebut Zelenskyy siap hadapi Putin. Tujuannya bahas dua hal kunci dalam upaya damai. Pertama, masalah wilayah yang jadi rebutan. Seperti Donbas dan Crimea yang Rusia klaim. Kedua, nasib Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia.
PLTN itu stasiun nuklir terbesar di Eropa. Rusia kuasai sejak Maret 2022. Risikonya tinggi. Serangan bisa picu bencana radiasi seperti Chernobyl dulu. Ushakov balas cepat. Moskow buka pintu dialog. Rusia siap kasih tempat aman dan kondisi kerja nyaman buat Zelenskyy.
Advertising
Perkembangan ini jadi bagian dari diplomasi segar. Tiga negara terlibat. Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat. Semua ini dorong Presiden AS Donald Trump. Dia ingin akhiri perang secepatnya. Trump sudah tekan kedua pihak. Perundingan selanjutnya tinggal tiga hari lagi. Digelar 1 Februari. Pejabat AS bilang pertemuan langsung Zelenskyy-Putin bukan mimpi. Bahkan Trump bisa ikut campur. Itu masuk akal mengingat pengaruhnya.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
Tapi jalan ke pertemuan ini penuh rintangan. Upaya serupa sering gagal sebelumnya. Baru-baru ini Trump jumpa Putin di Alaska. Setelah itu Trump klaim sedang atur pertemuan Rusia-Ukraina. Ia bilang proses jalan lancar. Kremlin langsung bantah keras. Tak ada kesepakatan apa pun katanya. Trump balas sindir Putin. Ia tuduh Putin sengaja hindari Zelenskyy. Ini tambah ketegangan.
Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
Zelenskyy dan Putin terakhir ketemu langsung Desember 2019. Saat itu di Paris. Format itu namanya Normandia. Jerman dan Prancis jadi penengah. Hasilnya minim. Gencatan senjata rapuh. Perang meledak lagi 2022 saat Rusia invasi skala penuh. Sekarang peluang baru muncul. Tapi banyak yang ragu. Bisa jadi syarat Moskow cuma taktik. Atau langkah sungguhan ke damai. Pembaca mungkin tanya kenapa tak di tempat netral. Jawabannya dari Ushakov. Rusia yakin bisa jamin aman. Ini tantang Zelenskyy buktikan keseriusan. Diplomasi ini pantau dunia. Hasilnya bisa ubah peta Eropa.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :






.png)








