
Indonesia, Es gabus, camilan beku jadul khas Indonesia, ramai lagi di bicarakan. Tuduhan muncul bahwa ia terbuat dari bahan berbahaya. Orang bilang, teksturnya mirip spons cuci piring. Diduga pakai plastik polimer polyurethane atau PU. Bahan itu biasa dipakai untuk bikin spons dapur. Kabar ini bikin orang khawatir. Banyak yang ragu soal keamanan makanan. Apalagi es gabus sering dijual di pinggir jalan. Teksturnya yang ringan dan berpori picu spekulasi. Padahal, ada penjelasan sains yang jelas. Bayangkan es krim biasa di freezer rumah. Ia terbuat dari bahan sederhana. Gula pasir larut dalam air. Tambah susu untuk rasa creamy. Lalu, masukkan penstabil agar tetap kokoh saat beku. Tanpa itu, es krim meleleh cepat atau jadi keras seperti batu.
Temukan lebih banyak
Bisnis
Penstabil ini wajar di industri makanan. Carboxymethyl cellulose atau CMC, misalnya. Ia dari selulosa kayu yang diolah. Aman untuk makan karena sudah disetujui badan pangan dunia. Gelatin dari kulit hewan. Pati dari jagung atau singkong.
Alginat dan karagenan dari rumput laut. Mereka kerja bareng. Mengentalkan adonan. Membantu campur air dan minyak. Juga atur titik leleh. Es gabus tak langsung cair di suhu ruang. Itu rahasia kenikmatannya. Jurnal Advances in Agricultural and Food Research tahun 2025 ungkap fakta. Kombinasi CMC, karagenan, dan pati tingkatkan kepadatan. Reaksi kimia mereka bentuk jaringan kuat. Saat beku, tekstur jadi padat tapi empuk. Peneliti uji di lab. Hasilnya stabil bahkan setelah simpan lama.
Advertising
Di ilmu pangan, ada istilah overrun. Saat mixer aduk adonan cair. Udara masuk ke dalamnya. Proses pembekuan kunci udara itu. Hasilnya, volume membesar. Tampak berpori seperti spons. Bayang es krim scoop di toko. Ia ringan karena udara 30-50 persen dari isinya Studi di Journal of Food and Pharmaceutical Sciences tahun 2019 tambah bukti. Gelatin dan CMC tak hanya kentalin. Mereka atur air dan lemak. Air ikat lewat gaya hidrogen. Lemak jadi butiran kecil dengan bantuan protein. Saat dingin, kristal es kecil terbentuk. Udara terjebak di antara. Struktur akhir padat, empuk, ringan. Mirip gabus atau spons. Es gabus tradisional buatnya mudah di rumah. Rebus tepung pati dengan gula. Tambah santan untuk gurih. Aduk hingga kental seperti lem. Tuang ke cetakan. Bekukan di kulkas sambil diaduk pelan. Pengadukan itu masukkan udara. Seperti bikin whipped cream.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
Proses ini sama dengan overrun. Udara terperangkap. Pembekuan bentuk pori kecil. Tak ada plastik PU. Hanya reaksi alami bahan makanan. Di pasar tradisional Jawa, resep ini turun temurun. Dari zaman dulu, sebelum kulkas modern. Pertanyaan umum: bagaimana bedain yang aman? Lihat bahan baku. Pakai gula food grade. Pati bersih. Santan segar. Hindari yang bau aneh atau terlalu murah. Produsen besar uji lab. Sertifikat BPOM jamin aman.
Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
Bahan penstabil bukan hal baru. Yogurt pakai CMC agar tak pisah air. Mayones pakai gelatin untuk kental. Es krim Walls atau Walls tetangga pakai karagenan. Semua lolos standar. Di Indonesia, ribuan ton dipakai tiap tahun tanpa masalah. Kontroversi ini ingatkan kita. Cek fakta sebelum panik. Es gabus tetap nikmat. Gigitan pertama, dingin menyegarkan. Rasa manis santan melekat. Tekstur sponsnya bikin nagih. Selama higenis dan pakai bahan pangan standar, es gabus aman. Bukan dari plastik beracun. Hanya trik sains makanan. Proses fisika dan kimia biasa di pabrik besar. Nikmati tanpa ragu. Kuliner jadul ini layak lestari.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :






.png)








