
Indonesia, PSSI lewat PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi luncurkan Garuda Academy CORE 4.0. Acara pembukaan itu berlangsung pada Selasa, 26 Januari 2026. Program tahap lanjutan ini diikuti 10 peserta terbaik. Mereka lolos seleksi ketat dari rangkaian CORE sebelumnya. Langkah ini jadi bukti komitmen PSSI kuatkan SDM di sepak bola Indonesia. PSSI ingin bangun talenta yang siap hadapi tantangan industri nasional. Peserta itu Jati Mastiana, Syarienazka Putri, Helmi Akhmad Darmawan, Muhammad Zain Wirasena, Aditya Pratama Siregar, Abidzar Basaib, Syifa Alya Rahmah, Risyam Rakhmatullah, Robby Abdillah, dan Jeremy Darsono. Mereka datang dari berbagai latar belakang. Ada yang sudah kerja di liga, ada pula yang baru masuk industri. Garuda Academy CORE 4.0 digelar 27 sampai 29 Januari 2026. Semua tatap muka di Mandiri University. Lokasi ini pilih karena fasilitasnya lengkap untuk diskusi dan latihan praktik.
Temukan lebih banyak
Bisnis
Advertising
Program fokus pada tiga pilar utama pengelolaan sepak bola modern. Pertama, Manajemen Strategis. Ini bahas rencana jangka panjang klub dan federasi. Kedua, Manajemen Keuangan. Topik ini cover cara kelola anggaran dan cari pendapatan. Ketiga, Tata Kelola Sepak Bola. Bagian ini urus aturan, etika, dan struktur organisasi agar sepak bola berjalan bersih. Helmi Akhmad Darmawan salah satu peserta. Dia kerja di I-League, divisi Competition Strategy. Helmi nilai Garuda Academy beri pandangan luas soal industri sepak bola. "Saat pertama ikut Garuda Academy, pengalaman saya di sepak bola masih baru. Program ini percepat pengetahuan saya. Bukan cuma soal kompetisi. Tapi juga siaran, sponsor, cari uang, dan jualan hak komersial. Itu semua bantu kerja saya sekarang," kata Helmi. Helmi soroti keberagaman peserta sebagai kekuatan besar. Banyak yang bukan dari klub besar. Atau belum kerja langsung di sepak bola. Tapi semangat mereka tinggi untuk majukan bola Indonesia. "Garuda Academy satukan semangat itu dengan teori dan cara terbaik dari FIFA serta AFC," tambah Helmi.
Hari pertama, Selasa 27 Januari 2026, bahas Strategic Management. Pembicara Lazarus Jansen Xavier. Dia kepala divisi Strategic Planning & Advisory di AFC. Sesi itu punya tes individu dan presentasi kelompok. Peserta langsung terapkan ilmu. Hari kedua, Rabu 28 Januari 2026, giliran Financial Management. Yazeem Buhari ajar materi ini. Dia konsultan AFC. Peserta belajar hitung biaya, cari sponsor, dan kelola utang klub. Penutup pada Kamis, 29 Januari 2026. Topik Football Governance, lagi oleh Lazarus Jansen Xavier. Setiap hari campur teori, praktik, dan nilai diri. Peserta tak cuma dengar, tapi juga kerjakan tugas nyata.
Advertising
Aditya Pratama Siregar peserta lain. Dia kaget bisa capai CORE 4.0. "Awalnya saya tak sangka bisa sejauh ini. Teman-teman peserta hebat. Kapasitas mereka tinggi. Di sini saya paham sepak bola bukan cuma main. Tapi dipengaruhi komersial, sponsor, dan siaran," ujar Aditya. Aditya suka materi content creation dan club licensing. Itu jarang diketahui orang awam. Tapi penting banget buat kelangsungan klub. "Sekarang saya pikir lebih ke arah komersial. Banyak hal non-lapangan yang tentukan masa depan sepak bola," katanya.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
Garuda Academy CORE 4.0 tutup dengan Graduation Ceremony pada 29 Januari 2026. PSSI harap lulusan ini terapkan ilmu di lapangan. Mereka beri dampak langsung pada sepak bola Indonesia. Bahkan bisa kontribusi di Asia atau dunia. Program seperti ini tunjukkan PSSI serius bangun fondasi kuat. Garuda Academy bukan sekadar kursus. Ia jadi jembatan antara teori global dan kebutuhan lokal. Peserta dapat skill langka. Seperti cara negosiasi sponsor atau patuhi regulasi FIFA. Itu bantu klub Indonesia saingi negara lain.
Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
Keberagaman peserta juga jawab tantangan umum. Banyak talenta potensial di luar klub elite. Mereka butuh wadah seperti ini. Hasilnya, industri sepak bola Indonesia dapat darah segar. Siap hadapi liga profesional yang makin ketat. Helmi dan Aditya beri contoh nyata. Pengalaman mereka tunjuk program efektif. Helmi langsung pakai ilmu di I-League. Aditya mulai lihat sepak bola dari sisi bisnis. Testimoni itu motivasi bagi peserta baru.
PSSI melalui GSI terus kembangkan Garuda Academy. CORE 4.0 jadi tonggak penting. Ia perkuat komitmen nasional. Sepak bola Indonesia butuh orang pintar kelola di balik layar. Lulusan ini jawab itu semua.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :






.png)








