![]() |
Nurman Susilo, kepala Perum Bulog Jawa Barat, tegas bilang cadangan beras pemerintah kuat sekali. Sampai akhir November 2025, stok nasional capai 3,8 juta ton. Di Jawa Barat saja, Bulog simpan 590 ribu ton beras. Stok ini tersebar di banyak gudang. Jadi, mudah diakses kapan saja.
"Publik Jawa Barat, jangan panik. Stok beras cukup untuk kebutuhan sampai panen raya 2026," ujar Nurman. Pernyataan itu lewat keterangan pers ke wartawan, Minggu 30 November 2025.
Nurman tambah, stok ini siap dukung semua tugas Bulog. Misalnya, operasi pasar saat harga melonjak. Atau distribusi beras saat banjir dan gempa. Ini bantu masyarakat tetap aman dari kenaikan harga mendadak.
Sementara itu, Saeful Bachri dari Komisi II DPRD Jawa Barat minta pemerintah provinsi gerak cepat. Kendalikan harga barang pokok jelang nataru. Fokus ke sembako di pasar tradisional. Pasar seperti Pasar Baru Bandung atau Pasar Andir sering jadi sorotan.
"Pemda harus siapkan langkah kendali harga. Pastikan pasokan lancar. Biar tak ada gejolak. Kebutuhan warga terpenuhi," kata Saeful.
Isu stok beras sering muncul tiap akhir tahun. Nataru bikin konsumsi naik tajam. Keluarga belanja lebih banyak untuk libur panjang. Bulog ingatkan, panic buying malah bikin stok cepat habis di satu tempat. Harga ikut melambung. Stok nasional 3,8 juta ton ini hasil panen sebelumnya. Panen raya 2026 akan tambah lagi.
Masyarakat bisa beli beras Bulog di pasar atau agen resmi. Harga stabil, kualitas terjamin. Pemerintah Jabar siap awasi pasar tradisional. Tim gabungan cek harga harian. Pastikan tak ada penimbunan. Warga disarankan cek info resmi dari Bulog atau pemda. Hindari hoaks di media sosial yang picu kepanikan. Stok aman, harga terkendali, nataru tenang.
BACA JUGA:Pemerintah Meningkatkan Kualitas Fasilitas Publik untuk UMKM
Tag :














