![]() |
Chen Shihua, Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Produsen Mobil China (CAAM), menjelaskan hal ini. Dia bilang kebijakan subsidi pemerintah jadi pendorong utama. Program tukar tambah mobil lama dengan NEV termasuk di dalamnya. Langkah ini dorong orang beli lebih banyak.
Data CAAM tunjukkan fakta jelas. Dari Januari sampai Oktober 2025, produksi NEV capai 13,015 juta unit. Itu naik lebih dari 30 persen dibanding tahun lalu. Penjualan juga kuat, di 12,943 juta unit. Kenaikan sama, lebih 30 persen.
Angka ini bukti pasar NEV berkembang pesat. Sebelumnya, NEV hanya bagian kecil dari total penjualan. Kini, mereka kuasai pasar domestik China.
Pada Oktober 2025, penjualan NEV capai tonggak baru. Untuk pertama kali, mereka lewati 50 persen dari total penjualan kendaraan di dalam negeri. Ini artinya setengah lebih dari mobil terjual adalah NEV.
Selain pasar lokal, ekspor juga melonjak. Dari Januari ke Oktober, ekspor NEV naik 90 persen tahun ke tahun. Totalnya 2,014 juta unit. China jadi pemasok NEV terbesar ke dunia.
BACA JUGA:Banjir Bandang Menggenangi Ratusan Hektare Lahan di Solok, Sumatera Barat
Pertumbuhan ini tunjukkan komitmen China ke energi hijau. Kebijakan subsidi bantu turunkan harga NEV. Konsumen kini lebih mudah beli. Produsen tambah lini produksi. Hasilnya, stok model baru banjiri pasar.
Chen Shihua tambah, upgrade teknologi bikin NEV lebih murah dan andal. Baterai lebih tahan lama. Jangkauan tempuh lebih jauh. Ini jawab kekhawatiran pembeli soal jarak dan biaya.
Data CAAM buat optimis ke depan. Pasar NEV China pimpin tren global. Ekspor tinggi bukti daya saing kuat. China tak hanya produksi banyak, tapi juga jual ke luar negeri dengan cepat.














