![]() |
Indonesia, Ratusan hektare lahan sawah dan padi milik petani di Nagari Aia Dingin, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tenggelam dalam banjir bandang. Hujan deras turun tanpa henti selama beberapa hari terakhir. Air meluap deras dari sungai terdekat.
Wali Nagari Aia Dingin, Heril Wandi, cerita soal kejadian itu. Banjir datang pada Kamis, 27 November, sekitar pukul 12.00 WIB. Air tidak hanya rusak lahan pertanian. Enam rumah warga ikut hanyut. Enam sepeda motor pun lenyap diseret arus.
"Banjir bandang ini dari luapan sungai lokal," kata Wandi di Alahan Panjang, Sabtu. Air rendam dua jorong sekaligus. Jorong Koto dan Jorong Data terendam parah. Warga di sana panik lari menyelamatkan barang.
"Banjir bandang ini dari luapan sungai lokal," kata Wandi di Alahan Panjang, Sabtu. Air rendam dua jorong sekaligus. Jorong Koto dan Jorong Data terendam parah. Warga di sana panik lari menyelamatkan barang.
Advertising
Data awal tunjukkan kerusakan besar. Di Jorong Data, satu rumah hanyut utuh oleh arus deras. Sekitar 1.150 hektare lahan pertanian rusak berat. Tanaman padi dan sayur terseret lumpur. Di Jorong Koto, banjir hantam 152 hektare lahan. Empat rumah warga roboh atau retak.
Warga yang kena dampak pindah sementara. Mereka mengungsi ke rumah saudara dekat. Untungnya, tak ada satu pun korban jiwa. Semua selamat meski kehilangan harta.
Pemerintah nagari gerak cepat. Bersama Kapolsek Lembah Gumanti, mereka bagikan bantuan. Beras dan paket sembako dibagi ke warga terdampak. Ini bantu mereka bertahan hari-hari sulit.
Bencana tak berhenti di banjir. Longsor melanda Jorong Aia Sonsang. Lumpur dan batu timbun lahan pertanian. Bahkan SDN 34 Aia Dingin kena imbas. Retakan muncul di dinding sekolah. Anak-anak belajar terganggu.
"Kami sudah lapor ke Pemkab Solok," ujar Wandi. Tapi warga diminta sabar. Hampir semua daerah di Kabupaten Solok kena bencana cuaca. Banjir dan longsor serang luas. Bantuan pusat butuh waktu.
Wandi ingatkan warga tetap waspada. Cuaca ekstrem masih berlanjut. Potensi banjir susulan tinggi. "Warga dekat sungai pindah ke tempat aman," pesannya tegas. Kepala dusun umumkan via pengeras suara masjid. Imbauan kewaspadaan bergema di kampung. Semua siaga hadapi ancaman berikutnya.
Advertising














