Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for Sepak Bola
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query Sepak Bola. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Sepak Bola. Sort by date Show all posts

Wednesday, 31 December 2025

Acara Voting Publik PSSI Awards Dibuka 6 Januari 2026


Indonesia, PSSI membuka kesempatan luas bagi masyarakat untuk ikut memilih atlet dan tokoh sepak bola terbaik tanah air lewat PSSI Awards. Voting publik akan dimulai pada 6 Januari 2026 di situs resmi awards.pssi.org. Langkah ini menunjukkan era baru penghargaan sepak bola Indonesia yang lebih terbuka. Semua orang bisa berpartisipasi. Ini membuat acara lebih inklusif.

PSSI Awards adalah penghargaan resmi dari federasi sepak bola nasional. Tujuannya menghargai prestasi, kerja keras, dan peran besar dari berbagai pihak dalam sepak bola Indonesia. Bukan hanya pemain di lapangan yang dapat penghargaan. Pelatih, wasit, pengelola, dan suporter juga termasuk. Mereka semua jadi pondasi kuat ekosistem sepak bola kita. Misalnya, seseorang yang melatih pemuda di daerah terpencil bisa diakui. Atau suporter yang selalu dukung tim nasional di setiap pertandingan.

Peluncuran PSSI Awards pas dengan ulang tahun ke-95 PSSI. PSSI berdiri sejak 1930. Ini momen bersejarah. Acara ini bukan sekadar pesta penghargaan. Ia jadi patokan baru untuk beri gelar di sepak bola Indonesia. Dulu sering diputuskan internal saja. Kini masyarakat ikut pilih, suarakan, dan rayakan bersama. Semua pecinta sepak bola dari Sabang sampai Merauke terlibat.

Dengan voting publik, PSSI tunjukkan janji pada keterbukaan dan keterlibatan. Sepak bola Indonesia lahir dari usaha bersama. Makanya, puji prestasi juga harus libatkan suara fans di seluruh negeri. Bayangkan ribuan orang vote pemain favorit mereka. Ini bangun rasa bangga kolektif.

Sebelum voting dibuka, ada seleksi ketat berlapis. Panelis independen pilih calon pemenang. Mereka dari berbagai latar belakang di sepak bola nasional. Ada yang paham sejarah panjang. Ada yang tahu kompetisi sekarang. Ada juga yang lihat dari sisi media. Proses ini pastikan pilihan adil dan berkualitas.

Advertising

Panelis dari legenda tim nasional ada tiga orang. Hermansyah, bek tangguh era 80-an. Ia main di banyak laga internasional. Rahmad Darmawan, pelatih sukses dengan timnas junior. Kurniawan Dwi Yulianto, penyerang tajam yang cetak banyak gol. Ketiganya punya pengalaman luas. Mereka paham sepak bola Indonesia dari masa ke masa. Pandangan mereka beri bobot historis.

Dari pemain aktif, PSSI ajak lima nama besar. Egy Maulana Vikri, winger lincah yang main di luar negeri. Jordi Amat, bek tangguh naturalisasi yang kuat di Liga Spanyol. Vini Silfianus, kiper muda potensial. Thom Haye, gelandang kreatif asal Belanda. Beckham Putra Nugraha, penyerang muda yang lagi naik daun. Mereka masih bertanding. Jadi, penilaian mereka dekat dengan performa hari ini. Mereka tahu standar pro modern seperti kecepatan, taktik, dan fisik.

Unsur media diwakili PSSI Pers. Wina Setyawatie dari Pikiran Rakyat. Ia liput sepak bola bertahun-tahun. Ario Yosia dari Bola.com. Tulisannya detail soal statistik pemain. Rais Adnan dari Skor.id. Fokus pada analisis pertandingan. Media punya peran kunci. Mereka cek data sepanjang musim. Pastikan fakta akurat. Hindari bias. Ini jaga objektivitas.

PSSI Awards punya 17 kategori. Dibagi dua kelompok utama. Performance Awards dan Special Recognition Awards.

Advertising

Performance Awards ada sembilan kategori. Fokus pada pencapaian individu satu musim. Contoh, Pemain Terbaik keseluruhan. Penjaga Gawang Terbaik untuk kiper hebat. Pemain Muda Terbaik untuk talenta di bawah 23 tahun. Lalu ada Gol Terbaik, Assist Terbaik, Penyelamatan Terbaik. Juga Momen Teknik Terbaik. Ini rayakan skill langsung di lapangan. Misalnya, gol voli spektakuler atau tackle sempurna.

Special Recognition Awards beri penghargaan ke orang atau lembaga. Mereka beri kontribusi besar untuk sepak bola nasional. Termasuk wasit teladan yang adil. Asosiasi provinsi yang bangun akademi lokal. Program pembinaan pemuda. Suporter setia yang ciptakan atmosfer hebat. Bahkan figur di belakang layar seperti pengurus klub atau dokter tim. Ini akui kerja tak terlihat.

Voting publik dibuka 6 Januari 2026. PSSI harap PSSI Awards jadi lebih dari ajang pilih pemenang. Ia jadi ruang masyarakat ikut bentuk masa depan sepak bola kita. Fans bisa vote lewat situs mudah. Proses aman dan transparan.

Partisipasi ini kuatkan rasa milik. Semua merasa punya andil. Bangun sepak bola nasional yang juara dan tahan lama. Dari voting sederhana, lahir kebersamaan besar. Sepak bola Indonesia maju bersama. (Red)

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Advertising

kali
Share:

Thursday, 29 January 2026

Timnas : PSSI, Garuda Academy CORE 4.0 Sesi Offline Secara Resmi Dimulai


Indonesia, PSSI lewat PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi luncurkan Garuda Academy CORE 4.0. Acara pembukaan itu berlangsung pada Selasa, 26 Januari 2026. Program tahap lanjutan ini diikuti 10 peserta terbaik. Mereka lolos seleksi ketat dari rangkaian CORE sebelumnya. Langkah ini jadi bukti komitmen PSSI kuatkan SDM di sepak bola Indonesia. PSSI ingin bangun talenta yang siap hadapi tantangan industri nasional. Peserta itu Jati Mastiana, Syarienazka Putri, Helmi Akhmad Darmawan, Muhammad Zain Wirasena, Aditya Pratama Siregar, Abidzar Basaib, Syifa Alya Rahmah, Risyam Rakhmatullah, Robby Abdillah, dan Jeremy Darsono. Mereka datang dari berbagai latar belakang. Ada yang sudah kerja di liga, ada pula yang baru masuk industri. Garuda Academy CORE 4.0 digelar 27 sampai 29 Januari 2026. Semua tatap muka di Mandiri University. Lokasi ini pilih karena fasilitasnya lengkap untuk diskusi dan latihan praktik.
Temukan lebih banyak
Bisnis
Advertising

Program fokus pada tiga pilar utama pengelolaan sepak bola modern. Pertama, Manajemen Strategis. Ini bahas rencana jangka panjang klub dan federasi. Kedua, Manajemen Keuangan. Topik ini cover cara kelola anggaran dan cari pendapatan. Ketiga, Tata Kelola Sepak Bola. Bagian ini urus aturan, etika, dan struktur organisasi agar sepak bola berjalan bersih. Helmi Akhmad Darmawan salah satu peserta. Dia kerja di I-League, divisi Competition Strategy. Helmi nilai Garuda Academy beri pandangan luas soal industri sepak bola. "Saat pertama ikut Garuda Academy, pengalaman saya di sepak bola masih baru. Program ini percepat pengetahuan saya. Bukan cuma soal kompetisi. Tapi juga siaran, sponsor, cari uang, dan jualan hak komersial. Itu semua bantu kerja saya sekarang," kata Helmi. Helmi soroti keberagaman peserta sebagai kekuatan besar. Banyak yang bukan dari klub besar. Atau belum kerja langsung di sepak bola. Tapi semangat mereka tinggi untuk majukan bola Indonesia. "Garuda Academy satukan semangat itu dengan teori dan cara terbaik dari FIFA serta AFC," tambah Helmi.
Hari pertama, Selasa 27 Januari 2026, bahas Strategic Management. Pembicara Lazarus Jansen Xavier. Dia kepala divisi Strategic Planning & Advisory di AFC. Sesi itu punya tes individu dan presentasi kelompok. Peserta langsung terapkan ilmu. Hari kedua, Rabu 28 Januari 2026, giliran Financial Management. Yazeem Buhari ajar materi ini. Dia konsultan AFC. Peserta belajar hitung biaya, cari sponsor, dan kelola utang klub. Penutup pada Kamis, 29 Januari 2026. Topik Football Governance, lagi oleh Lazarus Jansen Xavier. Setiap hari campur teori, praktik, dan nilai diri. Peserta tak cuma dengar, tapi juga kerjakan tugas nyata.
Aditya Pratama Siregar peserta lain. Dia kaget bisa capai CORE 4.0. "Awalnya saya tak sangka bisa sejauh ini. Teman-teman peserta hebat. Kapasitas mereka tinggi. Di sini saya paham sepak bola bukan cuma main. Tapi dipengaruhi komersial, sponsor, dan siaran," ujar Aditya.  Aditya suka materi content creation dan club licensing. Itu jarang diketahui orang awam. Tapi penting banget buat kelangsungan klub. "Sekarang saya pikir lebih ke arah komersial. Banyak hal non-lapangan yang tentukan masa depan sepak bola," katanya. 
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
Garuda Academy CORE 4.0 tutup dengan Graduation Ceremony pada 29 Januari 2026. PSSI harap lulusan ini terapkan ilmu di lapangan. Mereka beri dampak langsung pada sepak bola Indonesia. Bahkan bisa kontribusi di Asia atau dunia. Program seperti ini tunjukkan PSSI serius bangun fondasi kuat. Garuda Academy bukan sekadar kursus. Ia jadi jembatan antara teori global dan kebutuhan lokal. Peserta dapat skill langka. Seperti cara negosiasi sponsor atau patuhi regulasi FIFA. Itu bantu klub Indonesia saingi negara lain.
Keberagaman peserta juga jawab tantangan umum. Banyak talenta potensial di luar klub elite. Mereka butuh wadah seperti ini. Hasilnya, industri sepak bola Indonesia dapat darah segar. Siap hadapi liga profesional yang makin ketat. Helmi dan Aditya beri contoh nyata. Pengalaman mereka tunjuk program efektif. Helmi langsung pakai ilmu di I-League. Aditya mulai lihat sepak bola dari sisi bisnis. Testimoni itu motivasi bagi peserta baru.
PSSI melalui GSI terus kembangkan Garuda Academy. CORE 4.0 jadi tonggak penting. Ia perkuat komitmen nasional. Sepak bola Indonesia butuh orang pintar kelola di balik layar. Lulusan ini jawab itu semua.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×