Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for Kota Lubuklinggau
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query Kota Lubuklinggau. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Kota Lubuklinggau. Sort by date Show all posts

Friday, 30 January 2026

Daerah : Pemerintah Kota Lubuklinggau Menyerahkan 123 Sertifikat Tanah kepada Warga


Indonesia, Pemerintah Kota Lubuklinggau serahkan 123 sertifikat tanah dari program PTSL ke warga. Acara itu berlangsung di Cinema Hall Bukit Sulap. Wali Kota Rachmat Hidayat bagikan langsung sertifikat-sertifikat itu. Ini terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026. Sertifikat mencakup tanah pekarangan untuk rumah tinggal. Ada juga aset milik daerah. Lalu tanah wakaf buat rumah ibadah seperti masjid atau gereja. Kantor Pertanahan Kota Lubuklinggau fasilitasi seluruh prosesnya. Mereka urus dari awal sampai akhir. Rachmat bilang PTSL beri kepastian hukum atas tanah milik warga. Program ini jamin hak di berbagai wilayah. "PTSL lindungi hak tanah rakyat secara legal, adil, dan terdaftar resmi," katanya. Ini bantu warga hindari sengketa tanah. Mereka bisa jual atau wariskan tanah dengan aman.
Temukan lebih banyak
Bisnis

Advertising

Tahun 2025, target PTSL di Lubuklinggau capai 800 bidang tanah. Penerima dari berbagai kelompok. Penyerahan berjalan bertahap. Ikuti progres dokumen di lapangan. Misalnya, setelah pengukuran selesai, sertifikat langsung dibagikan.
Rachmat tegas bilang PTSL gratis buat masyarakat. Tidak ada biaya dari penerima. Tapi ada kebutuhan teknis di luar anggaran BPN. Biaya itu boleh, tapi terbatas. "Jangan lewat batas ketentuan pemerintah pusat," ingatnya ke peserta. Ini cegah beban tambahan ke warga. Dia minta camat dan lurah aktif sosialisasi program. Lakukan secara jelas di wilayah masing-masing. Tujuannya cegah pungutan liar dari oknum. Warga harus tahu hak mereka. Jadi tidak tertipu biaya ilegal.
Advertising

Untuk 2026, Pemkot targetkan 1.000 bidang tanah masuk PTSL. Ini tahap lanjutan. Tahap pertama mulai dengan 500 bidang. Sebarkan ke seluruh kecamatan. Proses ini lanjutkan reformasi agraria lokal.Kepala Kantor Pertanahan Yohanes Rustanto jelaskan PTSL ganti PRONA secara nasional. Mulai Agustus 2017. Ini bagian reformasi agraria pemerintah. "PTSL jadi program pendaftaran tanah terbesar dari Kementerian ATR/BPN. Berjalan tiap tahun," ujarnya. PRONA dulu kurang lengkap. PTSL lebih sistematis. Daftarkan tanah secara massal dan akurat.
Yohanes tambah, sejak 2020 BPN pakai sertifikat elektronik untuk semua layanan. Sertifikat digital ini sah secara hukum. Berlaku di seluruh negeri. "Lebih aman karena tersimpan di sistem. Bisa cetak ulang jika hilang," katanya. Warga tak khawatir rusak atau hilang. Cukup akses data resmi.
Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
Program PTSL ini penting buat Lubuklinggau. Banyak warga punya tanah tanpa bukti hukum. Sekarang mereka dapat sertifikat resmi. Ini dorong pembangunan. Tanah pekarangan bisa jadi jaminan kredit. Tanah wakaf aman untuk ibadah jangka panjang. Aset daerah lindungi kepentingan publik. Penyerahan 123 sertifikat ini jadi tonggak. Buktikan komitmen Pemkot. Rachmat harap warga manfaatkan maksimal. Sosialisasi camat dan lurah kunci sukses. Hindari pungli. Target 2026 pasti tercapai. Lubuklinggau maju dengan tanah aman. 
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Artikel Terkait
Share:

Wednesday, 14 January 2026

Budaya : Tradisi Mandi Kasai, sebuah upacara adat yang merupakan bagian dari pernikahan asli di daerah Lubuklinggau


Indonesia, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan memiliki banyak tradisi unik yang patut dilestarikan. Salah satunya yakni tradisi mandi kasai untuk para pengantin baru yang mengadakan pernikahan.
Upacara adat ini dilaksanakan setelah acara persedekahan selesai diselenggarakan. Tradisi ini merupakan bagian akhir dari rangkaian upacara adat perkawinan daerah Lubuklinggau tempo dulu.

Tradisi mandi kasai di daerah Lubuklinggau ini telah berlangsung sejak abad ke-14, yakni sebelum pengaruh Kesultanan Palembang sampai ke daerah Uluan (Pedalaman Musi Ulu).
Dalam tradisi ini, kedua mempelai nantinya akan dimandikan di sungai oleh sanak keluarga serta ketua adat.

Mandi kasai adalah mandi pengantin, dilaksanakan seusai acara persedekahan atau duduk pengantin para tamu undangan sebagian besar sudah pulang ke rumah masing-masing tepatnya di sore hari, masyarakat baik itu golongan tua maupun muda-mudi ikut menyaksikan acara adat mandi kasai. Menjelang acara mandi kasai, mereka kembali menuju rumah pengantin. 

Advertising


Mereka hanya mengenakan pakaian biasa dikarenakan dalam acara ini orang-orang yang menyaksikan akan ikut basah kuyup
acara ini sendiri akan dimulai dengan membawa pasangan pengantin dengan cara diarak menggunakan tandu yang berbentuk angsa bernama Joli Jempano dan ditandu oleh kerabat serta teman-teman pasangan pengantin tersebut menuju ke sungai.

Arak-arakan tersebut disertai juga dengan musik gong atau rebana serta sorak-sorakan dari sanak keluarga dan teman-teman pengantin. Sesekali tandu tersebut akan diputar beberapa kali sebelum akhirnya sampai di Sungai Kelingi.Setelah sampai di sungai, Akan berlangsung mandi simburan yaitu di antara yang hadir akan menyemburkan air ke arah masyarakat yang hadir seusai kedua pengantin mandi dan terjadilah simbur-menyimbur air.

Advertising


Upacara adat mandi kasai ini mempunyai dua makna yakni kedua pengantin siap melepaskan masa remaja dalam arti kebebasan bergaul di antara bujang-dere (muda-mudi). Setelah menikah mereka ini harus sadar bahwa mereka telah memasuki kehidupan berumah tangga dengan segala aturan tak tertulisnya.

Sebelum memasuki kehidupan berumah tangga, kedua pengantin harus bersih dan suci. Saat mandi kasai kedua pengantin diberi nasehat serta diperkenalkan dengan keluarga besar pengantin, Harapan dan orang tua kepada mereka pun diungkapkan. Tentunya harapan agar kedua pengantin akan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah serta diberikan keturunan yang saleh dan saleha. 

Adat mandi kasai merupakan proses memandikan pasangan pengantin yang sudah melakukan acara akad dan resepsi pernikahan. tradisi mandi kasai sendiri merupakan tradisi yang sudah hampir punah dikarenakan jarangnya para pengantin yang akan menikah mau melaksanakannya karena biaya melaksanakan tradisi ini tergolong cukup mahal.

Advertising


Lalu yang membawakan acara ini juga harus orang-orang tertentu seperti pelara (dukun), dan pelara ini sudah sangat jarang ada di kota Lubuklinggau sehingga mengakibatkan berkurangnya warga yang ingin mengadakan adat ini lagi dalam acara pernikahan mereka tradisi unik ini sudah jarang dijumpai bahkan hampir punah, Tradisi ini diharapkan diketahui oleh generasi muda dan bisa mereka mewarisi juga adat ini agar mandi kasai ini tetap ada dan bisa dibawakan ke generasi-generasi berikutnya agar tradisi ini tidak punah ke depannya.

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Artikel Terkait
Share:

Saturday, 24 January 2026

Kriminal : Seorang pria paruh baya, yang merupakan warga Kelurahan Marga Bakti di Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, ditemukan tewas dengan berlumuran darah


Indonesia, Seorang pria paruh baya di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, tewas tragis. Namanya Suhar Efendi, berusia 53 tahun. Tubuhnya ditemukan di depan rumah warga setempat. Pelakunya adalah adik iparnya, Supriadi, 30 tahun. Supriadi membacok korban dengan parang. Kejadian itu terjadi di Kelurahan Marga Bakti. Kelurahan ini termasuk Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Waktu kejadian Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 10.30 WIB.
Advertising

Pada Jumat sore, 23 Januari 2026, ayah korban meninggal dunia. Jenazah direncanakan dimakamkan Sabtu pagi di pemakaman umum. Korban tidak ikut prosesi pemakaman itu. Saat warga sibuk mengantar jenazah, korban berada di sebuah rumah bersama pelaku. Mereka minum kopi santai.
Tiba-tiba pelaku berubah ganas. Dia ambil parang dan bacok korban delapan kali. Pembacokan itu mengenai leher dan tangan korban. Situasi lingkungan sangat sepi. Warga mayoritas ikut rombongan pemakaman ayah korban.
Advertising

Korban roboh seketika. Delapan luka dalam itu fatal. Darah mengalir deras dari leher dan tangan. Korban meninggal di tempat kejadian.
Warga sekitar cepat bereaksi. Mereka tangkap pelaku saat itu juga. Pelaku langsung diserahkan ke Polsek Lubuklinggau Utara.
Advertising

BACA JUGA:Internasional : Presiden Menegaskan Indonesia Sebagai Pusat Harapan Ekonomi Global

Kapolsek Lubuklinggau Utara, Iptu Sumardi Candra, beri keterangan resmi. "Terduga pelaku, Supriadi, sudah kami amankan di polsek," ujarnya saat dikonfirmasi. 

Pihak polisi lanjutkan penyelidikan mendalam. Mereka cari kronologi lengkap kejadian. Motif pembunuhan juga masih diusut. Kasus ini timbul di tengah duka keluarga. Ayah korban baru saja dimakamkan. Warga kaget dengan kekerasan mendadak ini. Polisi harap ungkap fakta secepatnya demi keadilan.Editor Redaktur Perssilam Silampari News
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×