Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for Delegasi Pakistan
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query Delegasi Pakistan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Delegasi Pakistan. Sort by date Show all posts

Friday, 13 February 2026

Internasional : Pakistan mengharapkan peran signifikan Indonesia dalam KTT D-8


Indonesia, Perssilam - Presiden Prabowo Subianto menyambut delegasi dari Republik Islam Pakistan di Istana Merdeka, Jakarta. Acara itu berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026. Kunjungan ini jadi tanda kuat. Kedua negara ingin perkuat ikatan strategis. Bidangnya luas. Mulai dari pertahanan. Sampai kerjasama di panggung dunia. Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, bicara lantang. Dia tekankan ikatan lama antara Indonesia dan Pakistan. Hubungan itu sudah ada sejak lama. Bahkan sebelum keduanya merdeka. "Pakistan dan Indonesia adalah dua negara bersaudara," katanya. "Secara historis, kita telah menjalin hubungan bilateral yang sangat baik. Dan saya sangat senang mengatakan bahwa hubungan antara kedua bangsa kita ini telah ada bahkan sebelum kemerdekaan kedua negara kita." Ia sampaikan itu usai bertemu Prabowo. Saat konferensi pers di hari yang sama.
Zahid bilang kedua negara sudah kerjasama rapat. Di banyak sektor penting. Hubungan makin erat belakangan ini. Terutama setelah Presiden Prabowo kunjungi Pakistan. Itu terjadi bulan lalu, Januari 2026. "Bulan lalu, ketika Presiden Indonesia, Yang Mulia Prabowo Subianto mengunjungi Pakistan, saya dapat mengatakan bahwa itu adalah titik balik yang signifikan dalam hubungan bilateral kita yang sudah sangat baik," ujarnya. Kunjungan itu dorong langkah baru. Bikin kerjasama lebih dalam.
Ia juga sebut kunjungan pejabat tinggi makin sering. Dari Indonesia ke Pakistan, dan sebaliknya. Contohnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pernah ke sana. Lalu Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, yang juga Kepala BPI Danantara. Belum lagi Menteri Kesehatan Pakistan. Ia datang ke Jakarta baru-baru ini. Kunjungan-kunjungan ini tunjukkan komitmen nyata. Kedua pihak saling dukung. Zahid prediksi pertemuan besar lagi segera. "Dan kita akan segera mengadakan pertemuan tingkat tinggi lainnya antara Pakistan dan Indonesia," katanya. Itu akan perkuat agenda bersama. Di tengah situasi dunia yang rumit. Dalam urusan geopolitik, Zahid soroti peran besar kedua negara. Indonesia dan Pakistan wakili lebih dari seperempat umat Muslim dunia. Angka itu capai sekitar 500 juta jiwa. Kolaborasi mereka penting. Bantu suara negara berkembang lebih kencang. Terutama di forum dunia Islam.
Advertising
BACA JUGA:Nasional : Jenazah pilot Smart Air telah berhasil dievakuasi
Soal pertahanan, kerjasama sudah jalan lancar. Pakistan bantu latih perwira Angkatan Bersenjata Indonesia. Itu contoh nyata. "Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, Pakistan dan Indonesia memiliki kerja sama yang sangat baik di semua bidang, termasuk kolaborasi sektor pertahanan. Kami telah melatih Perwira Angkatan Bersenjata Indonesia dan kami akan terus meningkatkan kolaborasi sektor pertahanan bilateral kami," jelasnya. Rencana ke depan? Tingkatkan lagi. Bagi pengetahuan. Dan alat tempur.
Zahid juga bahas Developing Eight atau D8. Itu kelompok delapan negara berkembang. Mayoritas penduduknya Muslim. Pakistan harap Indonesia ambil peran utama. Terutama untuk KTT D8 yang akan digelar di Indonesia. Pakistan siap bantu. "Dan kami berharap dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk kesuksesan KTT mendatang di Indonesia, dan juga untuk kesuksesan D8 sebagai organisasi kerja sama di antara delapan negara berkembang," tutupnya. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ia bangun fondasi kuat. Indonesia dan Pakistan saling butuh. Di pertahanan, ekonomi, dan isu global. Kunjungan delegasi ini lanjutkan momentum. Dari sejarah panjang. Menuju masa depan cerah. Kedua negara tunjukkan solidaritas saudara. Di Asia Tenggara dan Selatan.
Advertising

(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:

Monday, 13 April 2026

Internasional : Pembicaraan damai tidak berhasil, Pakistan mendorong Iran dan Amerika Serikat untuk melanjutkan gencatan senjata


Indonesia, Perssilam - Pembicaraan damai antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung 24 jam penuh di Islamabad. Namun, kedua negara gagal capai kesepakatan. Pakistan menjadi mediator utama acara ini. Pertemuan digelar pada 11 hingga 12 April 2026. Pakistan desak kedua pihak pertahankan gencatan senjata yang baru disepakati pekan ini. Gencatan senjata ini hentikan bentrokan militer sementara di kawasan Timur Tengah. 
Wakil Perdana Menteri Pakistan sekaligus Menteri Luar Negeri, Mohammad Ishaq Dar, sampaikan hal itu pada Minggu, 12 April 2026. Kami harap kedua pihak jaga semangat positif. Tujuannya capai perdamaian abadi bagi kawasan dan sekitarnya. Para pihak harus pegang teguh komitmen gencatan senjata. Ishaq Dar katakan begitu dalam pernyataan resmi. Pernyataan itu diunggah di akun Instagram resmi tak lama setelah pembicaraan usai, pagi hari Minggu itu. 
Pakistan janji terus bantu fasilitasi dialog Iran dan AS. Meski kali ini gagal deal, peran mereka tak berhenti. Pakistan telah dan akan terus mainkan peran itu di masa depan, tegas Ishaq Dar. Dia beri apresiasi khusus ke Iran dan AS. Keduanya tanggapi cepat seruan gencatan senjata dari PM Shehbaz Sharif. Mereka juga terima undangan Sharif untuk bicara di Islamabad. Upaya Sharif ini lahir dari kekhawatiran bentrokan melebar.
Atas nama Pakistan, terima kasih banyak atas apresiasi kalian. Terima kasih atas dukungan untuk gencatan senjata dan mediasi kami, kata Ishaq Dar. Delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance. Mereka gelar pembicaraan tingkat tinggi 11-12 April 2026 di ibu kota Pakistan. Iran tolak syarat-syarat AS. Vance bilang Iran pilih tak terima tuntutan itu. Pernyataan Vance disampaikan sesaat sebelum timnya tinggalkan Islamabad, Minggu pagi.
Advertising

BACA JUGA:
Ekonomi : UMKM dapat melakukan ekspor mencapai USD 23,60 juta pada triwulan pertama tahun 2026
AS butuh bukti komitmen dasar dari Teheran. Komitmen itu soal hentikan pengembangan senjata nuklir. Vance tekankan poin ini. Isu nuklir jadi akar konflik lama antara kedua negara. Iran punya pandangan beda. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran bilang suasana penuh ketidakpercayaan. Wajar tak deal dalam satu sesi saja, katanya. Kutipan itu muncul di media Iran, lalu dilansir Reuters.
Iran bantah keras klaim AS. Klaim itu bilang dua kapal Iran lewati Selat Hormuz. Selat Hormuz jalur laut vital untuk minyak dunia. Iran peringatkan: kapal militer yang coba lewat akan hadapi respons tegas. Pakistan pimpin mediasi lewat dua tokoh kunci. 
Advertising

BACA JUGA:
Nasional : OJK Menyoroti Peningkatan Klaim Dana Pensiun, Manfaat Berkala Menjadi Fokus Utama
Marsekal Lapangan Asim Munir, kepala militer, dan PM Shehbaz Sharif. Pertemuan ini jadi yang pertama langsung antara AS dan Iran dalam lebih satu dekade. Juga diskusi tertinggi sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979.
Revolusi itu ubah hubungan Tehran-Washington jadi musuh bebuyutan. Pertemuan Islamabad tunjuk usaha baru atasi ketegangan. Gencatan senjata pekan ini hentikan serangan rudal dan drone. Kawasan kini butuh dialog lanjut agar damai bertahan. Pakistan harap langkah ini picu negosiasi lebih luas.
EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×