
Indonesia, Perssilam - Menteri Perdagangan Budi Santoso umumkan total transaksi program Usaha Mikro Kecil dan Menengah Berani Inovasi Siap Adaptasi Ekspor capai USD 23,60 juta. Angka ini diraih pada Triwulan I 2026. Hasil ini tunjukkan strategi pemerintah sangat ampuh. Pemerintah pacu pelaku usaha lokal tembus pasar luar negeri. Program UMKM BISA Ekspor bantu UMKM yang inovatif dan siap berubah. UMKM ini fokus kembangkan produk untuk ekspor. Budi tegas bilang kenaikan ini datang dari banyak acara bisnis. Acara itu satukan produsen lokal dengan pembeli asing. Semua dilakukan dengan rencana jelas. Kini UMKM Indonesia kuat saingi produk dunia.
Advertising
"Capaian UMKM BISA Ekspor di Triwulan I 2026 bukti UMKM kita saing kuat di pasar global," kata Budi di Jakarta, Senin 13 April 2026. "Kemendag lanjut buka akses pasar baru. Kami kuatkan promosi produk. UMKM juga dapat bimbingan tepat."
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional catat potensi transaksi lewat nota kesepahaman atau MoU sebesar USD 19,64 juta. MoU ini janji kerjasama awal antara penjual dan pembeli. Lalu total pesanan beli atau Purchase Order yang sukses capai USD 3,96 juta. Pesanan ini langsung jadi uang masuk.
Ditjen PEN gelar 170 acara penjajakan bisnis. Sebanyak 396 UMKM ikut serta. Bank Indonesia dan Indonesia Eximbank dukung penuh. Mereka bantu kuatkan sistem ekspor tanah air. Dukungan ini bikin ekosistem ekspor lebih kokoh. Dirjen PEN Fajarini Puntodewi bilang program ini bangun ekosistem lengkap. Semua bagian saling terkait. Ia janji perkuat kerjasama dengan mitra lain. Tujuannya produk Indonesia saingi barang impor di luar.
Advertising
Ia pastikan UMKM siap soal kualitas dan produksi. Mereka bisa penuhi pesanan asing tanpa putus. Kurasi produk dilakukan ketat. Ini jaga kepercayaan buyer mancanegara. "Kami tak cuma satukan UMKM dengan pembeli," ujar Puntodewi. "Kami cek kesiapan produk, mutu, dan jumlah produksi. Semua agar layani pasar dunia stabil."
Program jangkau negara maju seperti Jepang, Jerman, Inggris, Belanda. Juga Timur Tengah. Buyer suka olahan makanan laut. Rempah-rempah jadi favorit. Dekorasi rumah laris. Produk kecantikan diminati. Pertanian, perkebunan, furnitur tampil bagus di awal tahun. Herbal dan barang plastik dari Indonesia tren naik di Asia serta Afrika.
Advertising
Helmi Suana Permanahadi, pendiri dan CEO PT Faber Instrument Indonesia, puji pemerintah. Program ini beri dukungan nyata. Perusahaan dia dapat tempat khusus untuk produk unggulan. Ini buka pintu lebar kenalkan barang buatan lokal.
Kini perusahaan Helmi hubung langsung dengan kantor dagang di Seoul dan Busan. Juga Vancouver. Fasilitasi pameran luar negeri sangat bantu. Produk radio serta speaker kayu kini jangkau pasar lebih luas. "Kami senang ikut program ini," kata Helmi. "Kami siap bantu Kemendag lebih jauh. Produk Faber jadi bagian promosi bangsa."
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











