
Indonesia, Perssilam - Upaya menegakkan hak asasi manusia dan kesetaraan gender di politik Indonesia kini punya dasar hukum kuat. Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Cindy Monica, mendukung penuh putusan Mahkamah Konstitusi (MK). MK mewajibkan semua partai politik memenuhi kuota minimal 30 persen keterwakilan perempuan dalam daftar calon legislatif. Putusan ini bukan sekadar aturan teknis. Ini adalah pelindung nyata bagi hak politik perempuan sejak era reformasi dimulai.
Advertising
Cindy percaya keputusan MK menjadi peluang besar. Ia berharap banyak tokoh perempuan baru muncul sebagai pengambil kebijakan di ruang publik dan Parlemen. Menurutnya, perempuan membawa kemampuan dan sensitivitas sosial yang tinggi. Hal ini sangat penting saat pemerintah membuat aturan untuk rakyat. Cindy menekankan bahwa ruang politik harus terbuka dan adil bagi semua perempuan Indonesia. Pernyataan ini ia sampaikan dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Senin, 1 Juni 2026.
Politisi NasDem ini mengingatkan agar kehadiran perempuan di legislatif tidak dianggap formalitas saja. Banyak pihak sering melihat kuota perempuan hanya sebagai syarat administratif untuk lolos Pemilu. Cindy menolak pandangan itu. Baginya, keterlibatan perempuan memberikan sudut pandang yang lebih manusiawi dalam menyusun undang-undang. Putusan MK menunjukkan bahwa hukum berpihak pada penguatan demokrasi yang lebih mewakili rakyat. Perempuan di parlemen cenderung lebih fokus pada isu keluarga. Mereka biasanya lebih gigih mengawal aturan tentang pendidikan dasar dan jaminan kesehatan ibu.
Advertising
Selain itu, isu perlindungan anak dan kesejahteraan keluarga menjadi prioritas utama mereka. Hal ini terjadi karena perempuan merasakan langsung dampak kebijakan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Cindy, yang mewakili Dapil Sumatra Barat II, membawa bukti nyata dari Partai NasDem. Ia menyebut partainya sudah lama menerapkan prinsip ini. NasDem tidak hanya menggunakan isu gender sebagai slogan kampanye. Pada Pemilu 2019, NasDem menjadi satu-satunya partai yang melampaui batas regulasi keterwakilan perempuan. Angka perempuan di DPR RI dari NasDem mencapai 32,2 persen. Secara data, ada 19 legislator perempuan dari total 59 kursi yang didapat partai tersebut di Senayan.
Fakta ini membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi pemimpin. Saat mendapat kesempatan, mereka bekerja nyata untuk rakyat. Cindy mengajak seluruh perempuan di Indonesia untuk membuang rasa ragu. Ia meminta mereka berani masuk ke politik praktis. Tujuannya agar aspirasi dari daerah bisa terdengar langsung di tingkat nasional.
Advertising
Ia juga memberi pesan khusus untuk pemilih muda, generasi milenial, dan Gen Z. Cindy ingin anak muda mengambil peran dalam memimpin bangsa. Ia berharap mereka terlibat aktif merancang pembangunan Indonesia. Bagi Cindy, politik bukan lagi tempat yang tertutup bagi perempuan. Perempuan harus hadir, bicara, dan menentukan arah masa depan negara ini.

(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait










