
Indonesia, Perssilam - Jorge Martin yang kini membela Aprilia Racing memilih untuk tidak terburu-buru bicara soal gelar juara dunia. Baginya, fokus utama saat ini adalah menjaga konsistensi di setiap balapan. Ia merasa perlu belajar lebih banyak agar bisa lebih matang saat mengendalikan motor di lintasan. Kematangan mental dan teknis menjadi kunci agar ia tidak melakukan kesalahan fatal saat berada di bawah tekanan tinggi.
Advertising
Setelah tujuh seri MotoGP 2026 berjalan, Martin berada di posisi kedua klasemen sementara. Ia mengumpulkan total 156 poin. Marco Bezzecchi memimpin di puncak klasemen dengan selisih 17 angka di atas Martin. Jarak ini tergolong tipis dalam standar balap motor. Banyak pihak yakin Martin punya peluang besar untuk meraih gelar juara dunia keduanya tahun ini. Namun, Martin tidak ingin jemawa. Ia justru memilih fokus memperbaiki performa hari demi hari agar hasilnya stabil.
Martin menegaskan bahwa ia akan terus berjuang selama peluang secara matematis masih terbuka. Namun, memikirkan gelar juara sekarang tidak memberi manfaat apa pun baginya. Ia lebih memilih bekerja keras di rumah.
Advertising
Martin bangun pagi dan berlatih fisik selama tujuh jam tanpa henti. Kerja keras rutin inilah yang ia yakini bisa membawanya bersaing memperebutkan takhta juara di akhir musim nanti. Hasil akhir menjadi urusan belakangan.
Mengenai armada Aprilia, Martin merasa motor tersebut sudah cukup kompetitif. Ia yakin bisa bersaing di semua jenis sirkuit. Memang ada beberapa trek yang terasa sulit, namun ada juga yang terasa lebih mudah.
Advertising
Menurutnya, kombinasi antara motor yang oke, kerja tim yang solid, dan metode latihan yang tepat menjadi faktor keberhasilan saat ini. Martin mengingatkan bahwa dalam olahraga ini, kehilangan fokus sedikit saja bisa berakibat fatal. Rival dan pabrikan lain sangat kuat, sehingga ia harus tetap waspada agar tidak tergilas oleh pesaing.

(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait










