
Indonesia, Perssilam - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H tahun 2026, umat Muslim sangat dianjurkan memperbanyak amal saleh. Salah satu ibadah utama adalah puasa sunnah. Puasa ini membantu umat Muslim membersihkan hati sebelum hari raya kurban tiba. Berdasarkan informasi dari Style, ada tiga jenis puasa yang biasa dilakukan. Ketiganya adalah puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah. Ibadah ini memiliki posisi penting dalam syariat Islam. Aturan ini terutama berlaku bagi orang yang tidak pergi haji ke tanah suci.
Advertising
Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS menjelaskan bahwa puasa awal Dzulhijjah memberi pahala besar. Ibadah ini juga meningkatkan rasa takwa kepada Allah. Allah sangat mencintai amal saleh pada hari-hari tersebut. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Ibnu Umar RA. Setiap puasa harus dimulai dengan niat tulus karena Allah Ta'ala.
Berikut rincian jadwal dan niat puasa menjelang Idul Adha 1447 H:
Puasa Dzulhijjah dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah. Umat Muslim berpuasa selama tujuh hari pertama di bulan ini untuk mencari berkah. Niat: Nawaitu shouma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta'ala. Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala.
Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Puasa ini merupakan persiapan sebelum puncak ibadah haji.
Puasa Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Ibadah ini sangat penting bagi mereka yang tidak melakukan wukuf di Arafah. Keutamaannya luar biasa karena bisa menghapus dosa setahun lalu dan setahun mendatang. Niat: Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala. Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala.
Advertising
Keempat, puasa melatih kesabaran. Orang yang berpuasa tidak hanya menahan lapar dan haus. Mereka juga belajar mengontrol emosi dan nafsu negatif. Hal ini membantu seseorang menjadi lebih tenang dalam menghadapi masalah hidup.
Melakukan puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah adalah peluang emas. Umat Muslim bisa meraih keberkahan maksimal sebelum Idul Adha 1447 H. Niat yang benar dan jadwal yang tepat membuat ibadah ini sempurna. Hasilnya adalah jiwa yang lebih bersih dan timbangan amal yang bertambah di akhirat nanti.
Menjalankan puasa di bulan Dzulhijjah memberi banyak manfaat bagi jiwa. Rasulullah SAW memberikan contoh nyata tentang keutamaan amalan ini.
Advertising
Pertama, puasa Arafah menghapus dosa dua tahun. Hal ini tercantum dalam Hadits Riwayat Muslim. Dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya dihapus oleh Allah.
Kedua, puasa menjadi cara mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ketaatan ini membuktikan kualitas iman seorang hamba. Orang yang berpuasa belajar tunduk sepenuhnya pada perintah Allah SWT.
Ketiga, amalan ini menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW tidak pernah meninggalkan ibadah ini selama hidupnya. Mengikuti jejak Nabi membawa ketenangan dalam hati.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











