Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Trump Secara Terbuka Mengakui AS Memata-matai China 'Secara Maksimal' ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Sunday, May 17, 2026

Trump Secara Terbuka Mengakui AS Memata-matai China 'Secara Maksimal'


Indonesia, Perssilam - Suasana hangat diplomasi meja makan di Beijing tiba-tiba berubah dingin. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejutkan dunia lewat pengakuan yang tidak biasa. Jarang ada pemimpin negara besar yang mau terbuka soal rahasia negara. Trump mengaku secara terbuka bahwa Washington menjalankan spionase besar-besaran. 
Mereka melakukan operasi siber untuk merusak pertahanan China. Trump bicara blak-blakan saat berada di pesawat Air Force One pada Jumat, 15 Mei 2026. Ia baru saja selesai menjalani KTT dua hari bersama Presiden Xi Jinping. Menurut Trump, isu perang siber menjadi topik utama saat mereka bicara empat mata. Ia mengonfirmasi hal ini kepada The Independent pada Sabtu, 16 Mei 2026. 
Trump bilang bahwa ia dan Xi Jinping saling membahas serangan siber masing-masing. Kalimat Trump selanjutnya membuat komunitas intelijen dunia terkejut. Ia menyamakan posisi AS dan China dalam hal mencuri data negara. Trump mengaku bahwa AS juga memata-matai China habis-habisan. Ia merasa tidak ada beban saat mengatakannya. Kunjungan ini adalah kali pertama Trump ke China sejak kembali menjabat di Gedung Putih. 
Advertising

BACA JUGA: 
Roma Siap Menghadapi Lazio, Gasperini Yakin Solusi Dybala Tersedia
Di depan kamera, kedua pemimpin itu tampak sangat akrab. Mereka saling memuji dan menyebut satu sama lain sebagai teman. Namun, jabat tangan erat itu tidak menghapus ketegangan. Trump mengklaim telah memberi peringatan keras kepada Xi Jinping. Ia ingin menunjukkan bahwa teknologi siber Pentagon lebih unggul. Trump bilang kepada Xi bahwa AS melakukan banyak hal yang tidak diketahui oleh China. Nada bicaranya terdengar seperti gertakan.
Selama bertahun-tahun, AS dan China hanya saling tuduh. AS sering menyebut peretas China menyusup ke server pemerintah dan perusahaan teknologi. China juga membalas dengan menyebut AS sebagai pelaku intelijen digital terbesar. Biasanya, presiden AS sebelumnya menutup rapat operasi CIA atau NSA. Mereka menjaga rahasia dapur intelijen agar tidak bocor.
Trump justru melakukan hal berbeda. Ia membongkar operasi rahasia itu di depan publik. Pengakuan ini membuktikan bahwa perang siber itu nyata. Ini bukan lagi sekadar rumor atau teori konspirasi. Dua kekuatan ekonomi terbesar dunia ini sedang bertarung hebat di balik layar. Mereka saling serang lewat kode dan data setiap hari.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews