Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Trump menyebut militer Amerika Serikat mirip dengan bajak laut setelah melakukan penyitaan minyak Iran ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Sunday, May 03, 2026

Trump menyebut militer Amerika Serikat mirip dengan bajak laut setelah melakukan penyitaan minyak Iran


Indonesia, Perssilam - Presiden AS Donald Trump menyebut operasi Angkatan Laut AS mirip tindakan bajak laut. Ini setelah mereka rampas kapal tanker minyak Iran pada Minggu, 3 Mei 2026. Kejadian itu terjadi di tengah blokade yang sedang berjalan. Trump sampaikan pernyataan itu di rapat umum di Florida. Dia jelaskan penyitaan muatan kapal tanker sebagai langkah bisnis yang untung besar bagi AS. Investor Daily laporkan hal itu. "Kami mendarat di atasnya dan ambil alih kapalnya. Kami ambil muatannya, ambil minyaknya. Ini bisnis sangat menguntungkan," kata Trump.
Advertising

BACA JUGA: 
Kementerian PPPA Menjamin Perlindungan bagi Korban Kasus "Daycare" di Yogyakarta
Trump yang kembali jadi presiden bicara dengan nada bercanda. Tapi nada itu tetap tegas soal posisi militer AS di perairan Timur Tengah lawan Iran. "Kami seperti bajak laut. Kami semacam bajak laut, tapi kami tidak main-main," tambahnya. Pemerintah Iran marah besar atas kata-kata Trump. Mereka tuduh Washington langgar hukum internasional secara kasar. Ini lewat rampasan dua kapal tanker yang diduga bawa minyak mentah. Pasukan AS lakukan itu.
Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, kecam keras lewat platform X. Dia sebut tindakan AS itu usaha sahkan perampokan bersenjata di laut bebas. "Ini legalisasi sungguhan atas pembajakan dan perampokan bersenjata. Mereka coba bungkus penyitaan ilegal dengan alasan hukum," tegas Baghaei. Ketegangan di Selat Hormuz makin panas. Selat itu jalur sempit di Teluk Persia. Iran blokir hampir semua kapal yang lewat sana. AS balas dengan blokade penuh ke semua pelabuhan Iran. Blokade berarti AS paksa kapal berhenti atau alih arah jika tujuannya Iran.
Advertising

Komando Pusat AS, atau CENTCOM, beri laporan. Hingga Jumat, 1 Mei 2026, militer AS alihkan paksa 45 kapal. Tujuannya pastikan semua patuh blokade. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bilang operasi lanjut tanpa henti. Jenderal Dan Caine tekankan aturan blokade tegas. Berlaku untuk kapal dari negara mana saja. Tak peduli asalnya, jika tuju pelabuhan Iran atau berangkat dari sana, pasti kena.Blokade saling balas ini picu masalah ekonomi dunia. Selat Hormuz jadi rute utama pasok energi global. 
Advertising

BACA JUGA: 
Bahlil memastikan bahwa impor minyak mentah dari Rusia akan segera tiba di Indonesia
Sekitar seperlima minyak dunia lewat situ setiap hari. Gangguan ini naikkan harga minyak mentah. Inflasi melonjak di banyak negara. Kelangkaan bahan bakar muncul di pasar global. Negara seperti Eropa dan Asia rasakan dampaknya cepat. Harga bensin naik tajam. Pabrik kurangi produksi karena biaya energi mahal.
Latar belakang ketegangan ini sudah lama. Iran dan AS bentrok soal program nuklir Iran. Blokade Iran mulai sebagai balasan sanksi AS. AS lihat itu ancam perdagangan bebas. Penyitaan kapal tanker jadi puncak eskalasi. Dunia khawatir perang terbuka. Para ahli bilang, jika blokade lama, harga minyak bisa tembus 150 dolar per barel. Itu bakal tambah beban rumah tangga di seluruh dunia. Investor minyak pantau ketat setiap gerak militer di selat itu.
Advertising

BACA JUGA: 
Harga Emas Global Berpotensi Mengalami Fluktuasi Karena Kebuntuan Perundingan Damai Antara AS dan Iran
Anak-anak korban mulai dapat trauma healing. Psikolog dampingi mereka langkah demi langkah. Hukum kejar pelaku tanpa ampun. Masyarakat Yogyakarta awasi proses ini. Kejadian serupa tak boleh ulang.
EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews