
Indonesia, Perssilam - Harga emas dunia bakal goyang hebat lagi. Ini gara-gara negosiasi damai AS dan Iran mentok. Kejadian itu terjadi Sabtu, 2 Mei 2026. Ketegangan di Timur Tengah belum reda. Investor Daily laporkan hal ini. Emas sering jadi pilihan aman. Orang beli saat dunia lagi kacau. Aset safe haven begini sensitif banget sama risiko geopolitik.
Advertising
Lukman Otunuga bicara soal Selat Hormuz. Dia Ahli Strategi Pasar Senior di FXTM. Selat itu jalur utama minyak dunia. Sekitar 20 persen pasokan global lewat sana. Sekarang masih ditutup buat kapal minyak internasional. Padahal gencatan senjata sudah resmi jalan. "Terlepas dari periode ketidakpastian yang berkepanjangan dan meningkatnya kelelahan pasar, emas dapat terjebak di posisi yang merugi karena harga minyak yang mencapai tiga digit," kata Lukman Otunuga. Dia bilang emas kemungkinan stuck di US$ 4.600 per ons troi. Pasar lagi nggak pasti. Para trader global harus pertahankan level itu. Kalau gagal, harga bisa anjlok. Turun ke US$ 4.450 dulu.
Lalu lanjut ke US$ 4.320. Tapi kalau tutup mingguan di atas US$ 4.600, bisa naik cepat. Menuju US$ 4.710 dalam 21 hari. Bahkan capai US$ 4.750. Proyeksi lain dari Ole Hansen. Dia Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank. Emas bisa koreksi dulu. Sentuh level dukungan teknis. Itu garis harga kunci di chart. Nanti baru balik arah. "Pada saat yang sama, ia melihat harga emas berpeluang kembali rebound di atas US$ 4.670 per ons troi untuk mendapatkan kembali momentum teknis," ujar Ole Hansen.
Advertising
Michael Brown tambah pandangan. Dia Analis Pasar Senior di Pepperstone. Kebijakan moneter pengaruh besar ke emas. Pasar nunggu data tenaga kerja. Rilis minggu depan. Data itu bisa ubah rencana Federal Reserve. Pekan lalu, Fed putuskan suku bunga tetap. Jerome Powell, Ketua Fed, bilang kenaikan suku bunga nggak dekat. "Meskipun emas mungkin terus berjuang dalam jangka pendek, Brown mengatakan bahwa ia terus melihat inflasi yang lebih rendah sebagai peluang pembelian," kata Michael Brown.
Advertising
Inflasi rendah bikin emas menarik. Suku bunga tinggi biasa tekan emas. Karena orang pilih obligasi aman. Tapi sekarang beda. Ketegangan minyak dorong inflasi energi. Harga minyak tiga digit artinya di atas US$100 per barel. Itu bikin biaya naik. Emas jadi lindung nilai. Trader tanya: apakah gencatan senjata beneran buka Selat Hormuz? Atau cuma sementara? Jawaban ini tentukan arah emas selanjutnya.
Lukman Otunuga ingatkan kelelahan pasar. Banyak yang capek sama drama panjang. Tapi risiko masih ada. Selat Hormuz tutup ganggu pasokan. Minyak mahal tekan ekonomi global. Emas ikut tertekan. Ole Hansen lihat peluang rebound. Kalau level 4.670 tembus, momentum kembali kuat. Brown fokus Fed. Data tenaga kerja lemah bisa dorong pemotongan suku bunga nanti. Itu untungkan emas.
Advertising
Pembaca mungkin tanya soal ons troi. Itu unit standar emas. 31,1 gram murni. Harga US$4.600 artinya mahal banget. Naik dari tahun lalu. Geopolitik dorong kenaikan. Tapi fluktuasi tajam bikin trader hati-hati. Pantau level kunci. US$4.600 jadi garis pembatas. Di atasnya bullish. Di bawahnya bearish. Situasi Iran-AS kunci segalanya. Negosiasi mentok tambah api. Emas dunia tunggu guncangan baru.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











