
Advertising
Manchester United menang tipis dengan skor 3-2 dalam laga tersebut. Kemenangan ini penting bagi posisi tim di klasemen. Namun bagi Bruno Fernandes, pertandingan ini memberi prestasi pribadi yang besar. Sang kapten mencetak assist ke-20 musim ini. Angka tersebut membuat Bruno sejajar dengan legenda seperti Thierry Henry dan Kevin De Bruyne. Mencapai 20 assist dalam satu musim adalah hal langka di liga Inggris.
Banyak fans dan pengamat memuji pencapaian Bruno. Namun Roy Keane punya pendapat berbeda. Mantan kapten United itu merasa rekor individu tidak ada gunanya jika tim tidak juara. Keane menekankan bahwa statistik assist hanyalah angka di atas kertas. Ia menilai prestasi itu tidak berarti apa-apa selama lemari trofi klub masih kosong musim ini.
Advertising
Keane berbicara blak-blakan dalam acara The Overlap. Ia bilang pemain di posisi Bruno memang seharusnya memberi banyak assist. Menurutnya, 20 assist akan terasa spesial jika dibarengi dengan trofi juara. Ia mengingatkan peran Bruno sebagai kapten tim. Seorang pemimpin harus membawa klub maju, bukan fokus pada statistik pribadi.
Keane merasa marah mendengar obrolan di internal United setelah laga itu. Ia melihat para pemain terlalu sibuk merayakan assist Bruno. Bahkan dalam wawancara setelah laga, Bruno mengaku beberapa kali sengaja memberi umpan daripada menembak sendiri demi assist. Hal ini membuat Keane geram.
Advertising
Bagi Keane, penghargaan individu seperti Sepatu Emas atau pemain terbaik tahun ini hanya sah jika tim menang sesuatu. Ia menganggap pola pikir tim Manchester United saat ini salah. Tim tersebut kebobolan dua gol, tapi pemainnya malah gembira karena rekor assist. Keane menyebut situasi ini membingungkan dan mirip dengan pertunjukan sirkus.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











