
Indonesia, Perssilam - Otoritas Arab Saudi memperketat aturan perlindungan panas ekstrem untuk haji 2026. Mereka juga memperkuat layanan medis bagi jemaah. Langkah ini muncul karena prediksi cuaca dari pusat meteorologi setempat. Suhu udara di kota suci diperkirakan naik sangat tinggi. Cahaya melaporkan suhu Makkah bisa mencapai 47 derajat Celsius.
Advertising
Jemaah harus membawa dan memakai payung. Ini adalah cara mencegah dehidrasi dan sengatan panas. Heatstroke atau sengatan panas terjadi saat tubuh gagal mendinginkan diri. Kondisi ini bisa berakibat fatal jika tidak cepat ditangani.
BACA JUGA: Makanan Fermentasi yang Unik dari Berbagai Negara di Dunia
BACA JUGA: 6 Metode Efektif untuk Mengatasi Perut Kembung
Kementerian Kesehatan Arab Saudi meminta jemaah memakai pelindung diri. Jutaan orang akan berkumpul di area terbuka. Tempat itu meliputi Mina, Arafah, Muzdalifah, dan Makkah. Payung membantu menurunkan suhu di sekitar tubuh hingga 10 derajat Celsius. Hal ini mengurangi beban fisik saat beribadah.
Advertising
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi menyebut cuaca rute Madinah dan Makkah stabil. Namun, udara tetap sangat panas saat siang hari. Pergerakan jemaah sudah mulai padat. Fase utama ibadah akan dimulai pada 25 Mei 2026. Madinah juga diprediksi panas ekstrem hingga 44 derajat Celsius. Kelembapan udara mencapai 40 persen. Otoritas memperingatkan adanya angin kencang. Angin ini bisa menerbangkan debu di kawasan terbuka. Debu dapat mengganggu pernapasan jemaah terutama yang memiliki riwayat asma.
Petugas meminta jemaah dan sopir cek kondisi kendaraan. Mobilisasi antar kota harus aman. Jemaah wajib minum air yang cukup. Mereka harus patuh pada instruksi keselamatan agar fisik tetap kuat. Makkah diprediksi sangat padat. Setidaknya 1,6 juta jemaah datang dari berbagai negara. Pertemuan massal ini butuh sarana publik yang siap. Manajemen risiko panas dilakukan lebih ketat dari tahun sebelumnya. Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi menyiapkan bantuan medis. Mereka menyediakan akomodasi khusus untuk 2.500 jemaah dari 104 negara. Fasilitas ini masuk dalam Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci.
Advertising
Penginapan di Makkah dan kawasan suci kini punya klinik darurat 24 jam. Klinik ini dijaga tenaga profesional. Ada peralatan diagnosis modern untuk cek kesehatan cepat. Ini memastikan jemaah yang sakit karena panas mendapat bantuan segera. Tenaga medis siap menangani gejala pingsan atau lemas akibat cuaca.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











