
Indonesia, Perssilam - Fermentasi adalah teknik pengolahan pangan kuno. Teknik ini menggunakan bakteri, ragi, atau jamur untuk mengubah struktur bahan makanan. Proses alami ini membantu meningkatkan nilai gizi. Rasa makanan jadi lebih unik dan tajam. Masa simpan bahan makanan juga jadi jauh lebih lama. Di Indonesia, tempe dan tapai singkong sangat populer. Masyarakat masih mengonsumsi kedua makanan ini setiap hari. Fermentasi menghasilkan probiotik atau bakteri baik. Bakteri ini menjaga kesehatan usus dan melancarkan pencernaan. Hal ini mendukung pola hidup sehat bagi banyak orang.
Advertising
Berikut adalah beberapa contoh makanan fermentasi dari berbagai negara.
1. Kimchi
Kimchi berasal dari Korea Selatan. Bahan utamanya adalah sayuran seperti kubis dan lobak. Orang Korea mencampurnya dengan bawang putih, cabai, jahe, dan kecap ikan. Kadang mereka juga menambah wortel atau daun bawang.
Dulu, kimchi dibuat untuk menyimpan sayuran saat musim dingin. Saat itu, sayuran segar sulit ditemukan. Sekarang, kimchi hadir dalam berbagai variasi rasa. Hidangan ini biasa dimakan bersama nasi hangat, sup, atau mie. Beberapa restoran modern menggunakannya sebagai campuran burger atau taco.
2. Tempe
Tempe adalah warisan budaya Indonesia. Kedelai direbus lalu diberi jamur Rhizopus oligosporus. Jamur ini mengikat biji kedelai menjadi satu blok padat. Proses ini memecah protein kompleks sehingga lebih mudah diserap tubuh. Teksturnya pun jadi lebih lunak.
Kini tempe tidak hanya dibuat dari kedelai. Beberapa orang menggunakan kacang hijau atau kacang koro. Tempe sering digoreng, ditumis, atau dibacem. Bagi orang vegetarian, tempe menjadi pengganti daging yang sangat baik karena tinggi protein.
Advertising
3. Miso
Miso adalah pasta kental dari Jepang. Bahan utamanya kedelai yang dicampur dengan koji atau jamur Aspergillus oryzae. Proses fermentasinya memakan waktu lama. Ada yang hanya beberapa bulan, ada juga yang sampai bertahun-tahun.
Warna miso beragam dari putih, kuning, hingga merah tua. Rasanya asin dan gurih. Miso paling sering digunakan untuk membuat sup miso yang menghangatkan tubuh. Orang Jepang juga memakai miso untuk saus atau bumbu olesan ikan. Tips penting adalah memasukkan miso di akhir proses memasak. Suhu terlalu panas bisa membunuh bakteri baik di dalamnya.
4. Kefir
Kefir adalah minuman susu fermentasi asal Rusia. Bentuknya lebih kental dari susu biasa. Kefir dibuat menggunakan biji kefir yang berisi koloni bakteri dan ragi. Susu sapi, kambing, atau domba bisa digunakan sebagai bahan dasar.
Kefir punya rasa asam yang segar. Kadar laktosanya lebih rendah dari susu biasa. Ini membuat kefir lebih aman bagi orang yang sulit mencerna susu. Banyak orang meminumnya langsung. Ada juga yang mencampurnya ke dalam smoothie, adonan roti, atau saus salad.
5. Kombucha
Kombucha adalah teh fermentasi yang berasal dari Tiongkok. Minuman ini dibuat dari teh dan gula. Prosesnya membutuhkan SCOBY, yaitu kultur bakteri dan ragi yang berbentuk seperti cakram kenyal.
Kombucha memiliki rasa manis dan asam. Ada sedikit soda alami hasil fermentasi. Minuman ini kaya akan antioksidan. Kadar alkoholnya sangat rendah karena terjadi secara alami. Kombucha kini populer sebagai alternatif minuman manis yang lebih sehat.
Advertising
6. Injera
Injera adalah roti pipih dari Ethiopia dan Eritrea. Bahan utamanya tepung teff, sejenis biji-bijian kecil. Tepung, air, dan garam didiamkan beberapa hari hingga berfermentasi. Setelah itu, adonan dimasak menjadi lembaran tipis yang kenyal. Rasa injera cenderung asam. Roti ini berfungsi sebagai piring sekaligus alat makan. Orang Ethiopia menyajikan injera bersama kacang lentil, sayuran, atau daging. Tepung teff tidak mengandung gluten. Karena itu, injera aman bagi penderita penyakit celiac atau orang yang menghindari gluten.
Makanan fermentasi membuktikan betapa kayanya budaya kuliner dunia. Setiap negara punya cara unik untuk mengawetkan makanan. Selain rasa yang khas, manfaat kesehatannya sangat nyata. Hidangan ini tetap bertahan karena lezat dan membantu tubuh tetap sehat.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











