.jpeg)
Indonesia, Perssilam - Jetour belum bergerak cepat untuk masuki pasar mobil listrik murni atau EV di Indonesia. Pabrikan dari Tiongkok ini lebih pilih kendaraan bensin biasa dan hybrid. Langkah ini tarik perhatian banyak pihak. Perusahaan pernah pamerkan Jetour X20e sebagai calon mobil listrik murah. Model itu muncul di GIIAS 2025, pameran otomotif besar di Indonesia. Juga di Auto Shanghai 2025, acara global di Tiongkok. Kedua event itu tunjukkan potensi Jetour di dunia EV. Penampilan X20e picu ramalan. Banyak yang prediksi Jetour akan saingi mobil listrik murah lain di Indonesia.
Advertising
Contohnya, model entry-level dari kompetitor yang sudah jualan di jalan raya. X20e punya harga terjangkau dan desain praktis untuk keluarga. Tapi manajemen bilang pemasaran EV ini bukan prioritas sekarang. Direktur Pemasaran PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, jelaskan soal studi pasar. "Jadi itu kan sempat kami studi, masuknya ke beberapa market, sekarang itu masuknya ke brand Kaiyi.
Jadi belum ada keputusan lagi," katanya di Beijing, 23 April 2026. Ranggy tegas. Jetour pegang identitas merek asli mereka. Fokus pada hybrid dan SUV keluarga berbentuk boxy. "Cuma sekarang kan Jetour fokusnya hybrid, terus boxy, atau yang bentuknya family SUV," tambahnya. Ini cocok dengan kebiasaan konsumen target mereka.
BACA JUGA: Bisnis : Harga Token Listrik PLN pada tanggal 23-26 April 2026 tetap menunjukkan kestabilan
BACA JUGA: Tehnologi : Tesla telah memulai proses produksi robot humanoid bernama Optimus di pabrik yang terletak di Fremont
Mengapa hybrid lebih diutamakan? Hybrid gabung mesin bensin dan listrik. Jadi lebih fleksibel untuk jarak jauh. Konsumen Indonesia butuh itu karena infrastruktur charging EV masih terbatas. Bensin mudah didapat di mana-mana. Meski begitu, pajang X20e di pameran punya tujuan. Itu bukti Jetour punya teknologi untuk produksi EV kompetitif. Prototipe ini tunjukkan kemampuan mereka buat mobil ramah lingkungan. Bukan hanya andalkan mesin bensin atau ICE.
Advertising
Pernyataan Ranggy beri sinyal positif. Jetour tak kaku pada ICE saja. Mereka siapkan portofolio model yang pas untuk pasar sekarang. Pasar EV entry-level di Indonesia tumbuh cepat. Penjualan EV naik tiap tahun sejak insentif pemerintah.
Advertising
Banyak pembeli cari mobil listrik harga di bawah Rp300 juta. Jetour pantau tren ini. Belum ada jadwal resmi peluncuran X20e di Indonesia. Tapi peluang tetap terbuka lebar. Strategi Jetour bijak. Mereka bangun fondasi hybrid dulu. Ini siapkan konsumen untuk transisi ke EV penuh. Pameran seperti GIIAS jadi ajang tes pasar. Feedback pengunjung bantu putuskan langkah selanjutnya.
Kaiyi, brand saudara Jetour, ambil alih studi X20e. Ini tunjukkan grup Chery punya rencana besar. Jetour fokus niche mereka. SUV tangguh dan hybrid jadi andalan di Indonesia.
Advertising
Pembaca mungkin tanya, kapan EV Jetour datang? Jawabannya tergantung studi dan regulasi. Pemerintah dorong EV dengan subsidi. Jetour ikuti arus itu pelan-pelan. Potensi X20e besar sebagai penantang di segmen murah.
Jetour tunjukkan kesiapan. Mereka punya pabrik di Indonesia untuk produksi lokal. Ini kurangi harga impor. Pasar EV butuh pemain baru seperti Jetour. Kompetisi bikin pilihan lebih banyak dan murah.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











