
Indonesia, Perssilam - Amsal Christy Sitepu kini jadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi proyek video profil desa. Jaksa tuntut dia penjara dua tahun. Videografer ini didakwa mark-up anggaran proyek di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dia satu-satunya terdakwa di perkara ini. Di sidang tuntutan Pengadilan Negeri Medan, Jaksa Wira Arizona bilang Amsal terbukti mark-up biaya. Mark-up itu terjadi di proyek Tahun Anggaran 2020 sampai 2022. Mark-up berarti penggelembungan biaya yang seharusnya wajar. Ini bikin kerugian negara. Jaksa tuntut pidana dua tahun penjara. Plus denda Rp50 juta. Jika tak bayar denda, tambah subsider tiga bulan kurungan. Amsal wajib bayar uang pengganti Rp202.161.980 ke negara. Kalau tak sanggup, ganti dengan penjara satu tahun. Kerugian ini dari berbagai biaya yang digelembungkan. Contohnya, biaya konsep dari CV Promiseland Rp2 juta. Ahli auditor Inspektorat Daerah Karo bilang biaya itu tak perlu dianggarkan. Harusnya nol rupiah. Lalu biaya mikrofon clip-on. Proses cutting, editing, dan dubbing juga dinilai tak punya nilai biaya oleh ahli. Jaksa hitung total kerugian Rp202 juta.
Advertising
Kuasa hukum Amsal, Willyam Halawa, beri keterangan. Awalnya Amsal cuma saksi. November 2025, penyidik jadikan tersangka. Sebulan kemudian, dia sidang sebagai terdakwa di PN Medan. Jaksa tuduh Amsal ajukan proposal palsu ke kepala desa. Data di-mark-up. Amsal juga tak jalankan proyek sesuai RAB. RAB itu Rencana Anggaran Biaya untuk jaringan komunikasi dan video profil desa. Willyam jelaskan, kasus mulai dari proyek klien via CV Promiseland. Amsal tawarkan jasa video profil Rp30 juta per desa. Beberapa desa tolak dulu. Tapi setelah pikir ulang, mereka pakai jasa itu. Produksi video revisi berkali-kali. Akhirnya disetujui dan dibayar desa. Semua pekerjaan selesai. Bahkan kepala desa bingung kenapa jadi masalah. Willyam bilang begitu pada Minggu, 29 Maret 2026. Amsal terseret setelah pengembangan kasus korupsi lain di Kejaksaan Negeri Karo. Kasus itu punya empat terdakwa. Satu lagi jadi DPO, Daftar Pencarian Orang. DPR soroti kasus ini.
Komisi III DPR RI gelar Rapat Dengar Pendapat Umum di Gedung DPR Jakarta. Tanggal Senin, 30 Maret 2026. Amsal ikut daring. Ketua Komisi III, Habiburokhman, minta penangguhan penahanan Amsal. Komisi ajukan agar Amsal dapat penangguhan. DPR siap jamin proses hukum. Komisi dorong hakim pertimbangkan putusan bebas atau hukuman ringan. Habiburokhman bilang gali nilai hukum dan rasa keadilan masyarakat. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, nilai baik pembentukan Kementerian Ekonomi Kreatif. Kemenekraf bisa fokus kelola usaha ekonomi kreatif. Ini respons kasus Amsal. Negara harus lindungi kreativitas anak bangsa. Beri nilai ekonomi maksimal. Lamhot bilang Kemenekraf aktif lindungi pelaku industri kreatif. Kasus Amsal jadi evaluasi. Dia sampaikan di keterangan pers Jakarta, Selasa 31 Maret 2026. Kemenekraf beri tanggapan resmi. Menteri Teuku Riefky Harsya sebut kasus ini momentum benahi ekosistem ekonomi kreatif. Khusus regulasi, pemahaman, dan penilaian jasa kreatif. Dia sampaikan Senin, 30 Maret 2026. Pemerintah komunikasi dengan asosiasi, komunitas, pegiat kreatif. Rumuskan pedoman komprehensif. Regulasi sekarang belum capai dinamika sektor kreatif yang cepat berkembang. Ini dibahas bersama stakeholder untuk kebijakan.
BACA JUGA:Ekonomi : Menteri Keuangan Purbaya memastikan bahwa anggaran negara tetap aman meskipun pemerintah melakukan langkah-langkah efisiensi
Advertising
Kemenekraf hormati proses hukum di PN Medan. Junjung praduga tak bersalah. Pengadaan jasa kreatif beda dengan barang. HPS, Harga Perkiraan Sendiri, harus objektif berdasarkan paham industri kreatif.
Menteri apresiasi perhatian semua pihak. Ini kepedulian ekosistem nasional. Ucap terima kasih ke publik, DPR, komunitas, asosiasi. Ini komitmen perkuat ekonomi kreatif Indonesia. Asosiasi apresiasi langkah Kemenekraf. Ketua APFI, Ridha Kusuma, harap acuan jasa kreatif. Tolak ukur disusun bersama agar kasus tak ulang. Dia bilang Senin, 30 Maret 2026. Pemerintah komunikasi dengan asosiasi, komunitas, pegiat kreatif. Rumuskan pedoman komprehensif. Regulasi sekarang belum capai dinamika sektor kreatif yang cepat berkembang. Ini dibahas bersama stakeholder untuk kebijakan..png)
.png)
Kemenekraf hormati proses hukum di PN Medan. Junjung praduga tak bersalah. Pengadaan jasa kreatif beda dengan barang. HPS, Harga Perkiraan Sendiri, harus objektif berdasarkan paham industri kreatif. Menteri apresiasi perhatian semua pihak. Ini kepedulian ekosistem nasional. Ucap terima kasih ke publik, DPR, komunitas, asosiasi. Ini komitmen perkuat ekonomi kreatif Indonesia. Asosiasi apresiasi langkah Kemenekraf. Ketua APFI, Ridha Kusuma, harap acuan jasa kreatif. Tolak ukur disusun bersama agar kasus tak ulang. Dia bilang Senin, 30 Maret 2026. Ridha bilang sosialisasi E-Katalog sudah dilakukan. E-Katalog bisa jadi acuan jasa kreatif. Menteri bilang penyempurnaan sistem segera selesai. Bisa dipakai optimal pelaku usaha. Kemenekraf fasilitasi aspirasi dari foto, video, dokumentasi. Bendahara HIPDI, Eppstian Syah As'ari, bilang begitu. Kasus ini tunjukkan sistem perlu diperbaiki. Terutama nilai pekerjaan kreatif dalam hukum dan audit negara. Pegiat kreatif soroti kasus. Shabrina, graphic designer dan illustrator, kecewa penilaian aparat. Mark-up harga dan nilai Rp0 tunjukkan tak paham proses karya. Beberapa tahun ini, pekerja kreatif khawatir. Termasuk marak AI yang gantikan kerja manusia.
Yang paling bikin Shabrina kecewa, pekerjaan kreatif malah dianggap tak punya nilai uang. "Cari ide atau konsep buat kerjaan begini jelas susah," kata Shabrina saat diwawancara RRI, Selasa 31 Maret 2026. Prosesnya panjang. Kreator harus eksplorasi banyak hal dulu. Baru karya dieksekusi. Mereka coba campur berbagai konsep. Juga pelajari karya lama pakai cara ATM. Amati dulu, tiru yang bagus, lalu modifikasi biar beda. Shabrina bilang, cari ide butuh waktu lama. Karya dari pikiran manusia punya cerita sendiri. Ada proses di baliknya. Juga semangat yang kuat. Menurutnya, ide harus dihargai. Harus dibayar juga. "Semoga kreator di Indonesia tetap bersatu. Biar suara kita didengar pemerintah," tambahnya. Nabila, arsitek desainer, setuju banget. Dia bilang, susahnya bikin desain tergantung klien dan desainer. Apakah keinginan mereka cocok. Kalau sejalan, kerjaan lancar. Gampang dikerjain. Tapi kalau beda jauh, butuh usaha ekstra. Harus sesuaikan karya sama mau klien. Itu jadi alasan, ide masuk bagian tugas berbayar. Kalau ada tambahan di luar kesepakatan awal, hitung proyek baru. Bayar terpisah. Nabila tak setuju kalau kerja dari nol disamakan sama cuma eksekusi. Biayanya beda. Prosesnya juga beda jauh. "Gaji desainer masih kurang pas sama usaha, skill, dan waktu," kata Nabila.
BACA JUGA:Internasional : Aktor Robert De Niro memimpin aksi "No Kings" di New York, memberikan kritik tajam terhadap Donald Trump
Banyak orang lihat desain cuma gambar jadi. Padahal prosesnya panjang. Butuh riset, sketsa berulang, revisi berkali-kali. Bayangkan desainer harus gali referensi malam-malam. Coba puluhan sketsa. Tes warna, bentuk, fungsi. Semua demi hasil pas. Shabrina cerita pengalamannya. Pernah habiskan berminggu-minggu cari konsep unik. Padahal hasil akhir kelihatan sederhana. Orang awam tak tahu perjuangan itu. ATM sendiri metode klasik di dunia kreatif. Amati karya hebat seperti desain ikonik dari tokoh terkenal. Tiru elemen kuatnya. Lalu modifikasi tambah sentuhan pribadi. Ini bantu hindari blank page syndrome. Di Indonesia, banyak kreator hadapi masalah sama. Klien minta murah tapi hasil premium. Lupa hitung jam brainstorming. Nabila tambah, kalau klien ubah brief tengah jalan, itu revisi besar. Bukan tambal sulam kecil. Harus mulai ulang dari konsep. Dia contohkan proyek rumah. Klien awal mau minimalis. Tapi tiba-tiba minta tambah elemen etnik. Desainer harus cari inspirasi baru. Gambar ulang layout. Hitung ulang biaya material. Proses begini bikin lelah. Tapi hasil akhir punya nilai cerita. Tak sekadar gambar. Kedua perempuan ini soroti isu besar. Kreatifitas butuh dukungan. Pemerintah bisa bantu lewat regulasi bayar layak. Atau pelatihan skill.
Shabrina harap komunitas kreator kuat. Bikin forum diskusi. Share pengalaman. Dorong klien paham proses. Nabila setuju. "Desain bukan cuma visual. Ada emosi, fungsi, dan inovasi." Orang harus lihat keseluruhan. Isu ini relevan sekarang. Di 2026, industri kreatif tumbuh. Tapi bayaran masih timpang. Kreator muda sering undervalue diri. Dengan suara mereka, harap perubahan datang. Kreatifitas dihargai setara. Seperti dokter atau insinyur. Usaha dan skillnya diakui.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait










