
Indonesia, Perssilam - Aksi demonstrasi berjudul “No Kings” di New York City ramai jadi pusat perhatian. Banyak tokoh besar ikut serta. Aktor Robert De Niro bergabung di jalan. Ia berdiri bersama Jaksa Agung New York Letitia James. Aktivis hak sipil Al Sharpton juga hadir. Demo ini berlangsung sepanjang 7th Avenue.
Advertising
Lokasi itu penuh orang sejak pagi. Sorotan datang dari tempat kejadian. Media sosial langsung heboh. Video pendek menunjukkan kerumunan besar. Foto-foto tokoh terkenal menyebar cepat. Mereka viral di TikTok, Instagram, dan X. Ribuan orang bagikan dalam hitungan jam.
BACA JUGA:Otomotif : Honda Brio 2026 telah menggebrak pasar! Mobil kota yang menjadi favorit banyak orang kini dilengkapi dengan fitur-fitur mewah yang membuat para pesaing merasa terancam
Robert De Niro naik ke panggung utama. Ia beri pidato yang tegas. Pembukaan pidatonya tolak keras kepemimpinan Donald Trump. De Niro sebut Trump seperti raja otoriter. “Sudah saatnya mengatakan tidak pada raja. Sudah saatnya mengatakan tidak kepada Donald Trump. Kita sudah cukup,” katanya. Kutipan itu dari Minggu, 29 Maret 2026.
Advertising
Ia bahas banyak masalah. Perang di luar negeri jadi sorotan pertama. Ekonomi buruk tekan rakyat biasa. Biaya hidup naik tajam. Kebijakan publik abaikan kelompok lemah. De Niro bilang pimpinan saat ini rugikan semua orang. Masyarakat miskin paling kena dampak. Kelompok rentan seperti minoritas kurang dilindungi. De Niro tunjuk pemerintah pusat. Ia kritik pihak berwenang yang biarkan hal ini. “Kondisi ini harus dihentikan sekarang,” tegasnya. Kata-katanya picu sorak sorai penonton..png)
.png)
Pendukung demo sebut ini langkah jaga demokrasi. Retorika politik Trump makin mirip otoritarianisme. Itu ancam nilai dasar Amerika. Demo jadi respons langsung. Letitia James bawa dukungan hukum. Ia pernah lawan Trump di pengadilan. Al Sharpton wakili gerakan hak sipil. Ia dukung isu rasisme dan ketidakadilan. Kehadiran mereka kuatkan pesan utama.
Dengan tokoh film, pejabat hukum, dan aktivis bersatu, “No Kings” jadi topik dunia. Isu politik AS tarik mata internasional. Media seperti BBC dan CNN liput lebar. 
Fenomena ini tunjuk gelombang protes besar. Aksi mirip muncul di Eropa. Sekitar 20.000 orang turun ke jalan. Kota-kota seperti Amsterdam, Madrid, dan Roma ikut. Mereka tunjuk solidaritas dengan AS. Spanduk “No Kings” terlihat di mana-mana.
Di Paris, ratusan kumpul di Bastille. Serikat buruh gabung. Organisasi hak asasi manusia pimpin. Mereka nyanyi lagu protes. Aksi ini bukti protes meluas. Bukan lagi urusan AS saja. Gelombang ini hubungkan benua.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











