
Indonesia, Perssilam - Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan insentif untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang gagal memenuhi standar operasional prosedur (SOP). SPPG adalah unit mitra yang menangani penyediaan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bertujuan beri gizi gratis untuk anak sekolah dan warga rentan.
Advertising
BGN selalu awasi pelaksanaan MBG langsung di lapangan. Mereka cek kualitas layanan setiap hari. Direktur Manajemen Risiko Pemenuhan Gizi BGN, Rufriyanto Maulana Yusuf, jelaskan skema insentif MBG. Insentif ini tak hanya lindungi keuangan mitra.
Ia juga pasang pengawasan ketat. "Sistem tersebut dilengkapi instrumen disiplin yang kuat melalui prinsip no service, no pay," katanya di Jakarta, Jumat, 3 April 2026. Prinsip ini artinya tak ada layanan, tak ada bayar. Logikanya sederhana. Supremasi hukum bilang tiada layanan, tiada pembayaran. Insentif Rp6 juta per hari bisa langsung berhenti.
Itu terjadi jika fasilitas SPPG tak capai standar. Hak mitra atas uang itu hilang otomatis. Bila fasilitas gagal operasi atau tak tersedia karena alasan apa pun. Rufriyanto sebut mekanisme ini paksa mitra patuh. Mitra harus jaga kualitas layanan dan sanitasi setiap saat.
BACA JUGA:Esports : Statistik ONIC Kelra pada Minggu 1 MPL ID Musim 17: Monster Inti yang Langsung Menggila
Advertising
Parameter pelanggaran diterapkan tegas. Misal, filter air kena E.Coli. Bakteri itu bahaya. Bisa sebabkan sakit perut pada penerima manfaat. Atau instalasi pengolahan air limbah (IPAL) tersumbat. Akibatnya, air kotor banjiri rumah warga sekitar. Lingkungan jadi kotor dan berisiko. Lalu, mesin pendingin rusak. Bahan makanan busuk cepat. 
Itu ancam keamanan pangan. Terakhir, SPPG tak punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). SLHS bukti fasilitas bersih dan aman. "Jika hal-hal tersebut terjadi, maka secara hukum fasilitas dinyatakan tidak memenuhi stand by readiness," ujarnya. Stand by readiness artinya siap operasi penuh. Insentif Rp6 juta henti hari itu juga.
Advertising
Kebijakan ini dorong mitra disiplin. Mereka periksa fasilitas tiap pagi. Semua risiko operasional tanggung mitra sendiri. BGN tak tanggung rugi. Langkah ini jaga standar keamanan pangan. Juga kebersihan lingkungan di MBG. BGN lihat ini bagian transformasi tata kelola publik. Tata kelola makin baik dari waktu ke waktu
Program MBG lewat kemitraan SPPG butuh penyesuaian. Aspek operasional masih disesuaikan. Tapi program ini punya nilai besar. Ia bantu masyarakat capai gizi baik. "Kebijakan ini bukan tentang keuntungan sepihak.
Melainkan gotong royong patriotik demi mewujudkan kedaulatan bangsa yang mandiri dan kompetitif," kata Rufriyanto. Gotong royong ini libatkan semua pihak. Mitra patuh, BGN awasi. Hasilnya, MBG jalan lancar. Anak-anak dapat makanan sehat setiap hari.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











