
Indonesia, Perssilam - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, tegas menyatakan bahwa akses untuk punya rumah kini terbuka lebar. Bukan hanya buat orang dengan gaji tetap. Program perumahan pemerintah juga menjangkau warga tanpa gaji bulanan tetap. Asal punya penghasilan, mereka bisa dapat pembiayaan rumah. Presiden minta hal ini dilakukan. Orang dengan gaji seperti prajurit TNI, polisi, pegawai negeri, dan guru sudah diurus. Tapi yang tanpa gaji tetap juga dapat bantuan.
Advertising
Selama ada penghasilan, seperti dari jualan atau kerja lepas. Menteri Maruarar ungkapkan ini saat hadir di acara akad massal KPR Sejahtera dari PT Bank Central Asia Tbk, atau BCA. Lokasinya di perumahan Puri Harmoni Indah, Serang, Banten. Acara berlangsung Selasa, 28 April 2026. Di sana, Menteri Maruarar puji program KPR Sejahtera BCA. Ia bilang BCA komitmennya kuat. Janji sebelumnya sudah mereka tepati dalam waktu enam sampai tujuh bulan saja. Itu bukti nyata dukungan mereka.
BACA JUGA: Bulu Tangkis : Tim Uber Indonesia berhasil melaju ke perempat final setelah mengalahkan Australia dengan skor 5-0
BACA JUGA: Politik : Polda Metro mengirim kembali berkas Roy Suryo dan rekan-rekannya ke Kejaksaan Tinggi DKI. Menurut pakar hukum, langkah ini tepat agar kasus tersebut segera disidangkan
Ia beri contoh penerima manfaatnya. Banyak dari pelaku usaha kecil. Misalnya pedagang pasar atau pekerja mandiri seperti tukang ojek dan penjahit. Mereka kerja di sektor non-formal. Artinya, pekerjaan tanpa kontrak resmi atau slip gaji bulanan. Hal ini buka akses lebih luas untuk pembiayaan rumah. Warga sektor informal sering kesulitan dapat KPR biasa. Sekarang mereka punya peluang. Menteri Maruarar nilai skema ini sukses karena manajemen risiko BCA bagus. Prosesnya teliti. Mereka lakukan survei lapangan. Lalu pemetaan keuangan calon nasabah. Dan profiling mendalam.
Advertising
Beda dengan potong gaji langsung yang mudah. Di sini risikonya dikelola ketat. BCA berani ambil risiko. Tapi semuanya terkendali. "Karena kalau potong gaji itu sangat mudah, ini manajemen risikonya dikelola dengan baik oleh BCA, itu namanya risk manajemennya. Nah di sini membuktikan mereka mau mengambil risiko, tetapi yang terkelola," katanya.
Advertising
BCA pakai dana sendiri. Tidak ambil subsidi pemerintah. "Kita dari BCA support dengan uang sendiri tidak mengambil subsidi pemerintah, supaya dana pemerintah bisa lebih dimaksimalkan," ujar Hendra.
Skema KPR ini ramah di kantong. Uang muka kecil. Tenor panjang. Cicilan ringan. Hendra harap ini tidak bebani MBR. MBR itu masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka yang butuh rumah subsidi paling.
Salah satu peserta, Wina, cerita pengalamannya. Proses ajukan KPR cepat dan gampang. Ia syukur bisa punya rumah sendiri. Sebelumnya ia sewa kontrakan sempit. Kini hidupnya berubah besar. "Akhirnya saya punya rumah yang mewah banget bagi saya, yang layak dan bersih," katanya. Rumah ini jadi mimpi jadi kenyataan.
Advertising
Hari itu, 51 unit rumah subsidi akad melalui KPR Sejahtera BCA. Sebarkan di tiga lokasi. Dari situ, 20 unit di Puri Harmoni Indah. Presiden Direktur BCA, Gregori Hendra Lembong, dukung penuh program ini. BCA bantu pemerintah lewat skema KPR Sejahtera. Tujuannya kuatkan program tiga juta rumah. Itu inisiatif nasional untuk bangun hunian layak bagi rakyat. Tenor pinjaman sampai 15 tahun. Bunga flat 5 persen. Cicilan bulanan sekitar Rp1,3 juta. Angka ini terjangkau buat MBR dengan penghasilan pas-pasan.
Kementerian PKP lihat ini sebagai dukungan kuat. Perluas akses hunian buat MBR. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia ingin program tiga juta rumah jangkau semua lapisan. Termasuk pekerja informal. Percepatan ini bantu warga punya tempat tinggal aman.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











