
Indonesia, Perssilam - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) rencanakan bangun ratusan ribu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum, atau SPKLU. Target ini untuk delapan tahun ke depan. Tujuannya dukung ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. SPKLU ini jadi titik isi daya untuk mobil listrik di tempat umum. Langkah ini pastikan pemilik mobil listrik bisa jalan jauh tanpa khawatir kehabisan baterai.
Advertising
Data hingga Februari 2026 tunjukkan jumlah SPKLU baru 4.000 unit. Sumbernya Detik Oto. Mayoritas titik itu ada di Pulau Jawa. Jumlah ini kecil dibanding populasi mobil listrik. Sudah ada 119.000 unit mobil listrik. Plus 530 unit kendaraan komersial listrik. Jadi infrastruktur masih kurang. Trois Dilisusendi, Kepala BBSP KEBTKE Kementerian ESDM, beri keterangan. Ia ketemu wartawan di Senayan, Jakarta Pusat.
Ia akui sebaran SPKLU belum merata di seluruh daerah. "Ini status hingga Februari 2026," katanya. "Jadi secara total memang belum masif. Kita terus dorong." Ia beri contoh perjalanan Jakarta ke Bali. "Saya kira saat kita bicara perjalanan Jakarta ke Bali, sudah aman bawa mobil listrik. Karena sudah tersedia SPKLU-nya." Trois tekankan prioritas bangun ekosistem kendaraan listrik. Mulai dari infrastruktur. Ini beri rasa aman ke masyarakat. Kebijakan ini ada di Kepmen ESDM No. 24.K/TL.01/MEM.L/2025. Aturan itu bahas rencana kembangkan fasilitas isi daya baterai.
Advertising
Pemerintah tetapkan target tambah SPKLU secara bertahap. Ikuti regulasi itu. Pada 2034, SPKLU diharap merata di Indonesia. Saat itu jumlah kendaraan listrik diprediksi capai jutaan unit. Ledakan ini butuh jaringan pengisian kuat.
Advertising
Sekarang, di April 2026, upaya ini terus jalan. Pemerintah dorong swasta ikut bangun SPKLU. Contohnya di rest area tol atau pusat kota besar. Ini jawab kekhawatiran pemilik mobil listrik soal jarak jauh. Seperti rute lintas pulau yang panjang. Dengan SPKLU lebih banyak, orang bisa isi daya cepat. Baterai mobil listrik biasa butuh 30 menit hingga dua jam, tergantung jenisnya.
Trois bilang dorongan ini penting. Infrastruktur jadi kunci adopsi mobil listrik. Tanpa itu, orang ragu beli. Data 119.000 unit tunjuk minat tinggi. Tapi SPKLU 4.000 belum cukup. Pemerintah hitung kebutuhan berdasarkan jumlah kendaraan. Target ratusan ribu SPKLU cocok untuk jutaan mobil nanti.
Rencana Pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Nasional
| Tahun | Target Jumlah SPKLU |
|---|---|
| 2026 | 9.633 Unit |
| 2030 | 62.918 Unit |
| 2034 | 192.251 Unit |
Advertising
Kepmen ESDM 2025 jadi panduan jelas. Ia atur tahapan pembangunan. Mulai dari kota besar ke daerah terpencil. Ini bantu capai target nasional kendaraan ramah lingkungan.
Indonesia ingin kurangi polusi udara. Mobil listrik nol emisi jadi solusi utama. Dengan SPKLU masif, perjalanan seperti Jakarta-Bali atau Sumatra jadi nyaman. Pemilik tak perlu cari colokan listrik darurat lagi.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











