
Advertising
Kecelakaan timbul saat dua bus jemaah haji bergerak pulang dari city tour di daerah Jabal Magnet. Bus itu dari kloter SUB-2 dan kloter JKS-1. Kloter adalah kelompok penerbangan jemaah haji yang atur perjalanan mereka. "Tidak ada yang tewas dalam kejadian itu," kata Heni Hamidah, Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia di Kementerian Luar Negeri. Ia bicara pada Rabu, 29 April 2026, di Jakarta.
Heni pastikan semua jemaah dapat bantuan yang baik. Luka-luka mereka sudah tangani tim medis. Sebanyak 10 jemaah alami cedera. Tujuh dari kloter JKS-1 dapat luka ringan saja. Mereka rawat oleh petugas kesehatan lokal. Setelah itu, mereka pulang ke hotel. Tiga lainnya dari kloter SUB-2. Dua orang boleh pulang. Satu jemaah usia 60 tahun masih awasi di Rumah Sakit Al-Hayyat Quba.
Advertising
"Kami pantau kondisi jemaah itu terus. Ia dapat perawatan paling baik," tambah Heni. KJRI Jeddah kerja sama rapat dengan pihak Saudi. Mereka juga hubungi penyelenggara perjalanan dan pihak lain. Tujuannya agar semua jemaah dapat dampingan penuh.
Advertising
Jemaah haji datang ke Tanah Suci untuk ibadah besar. Keselamatan mereka jadi prioritas utama bagi pemerintah Indonesia.
Kementerian Luar Negeri selalu siaga lindungi warga negara di luar negeri. Terutama saat musim haji. KJRI Jeddah pastikan bantuan cepat dan tepat. Ini bantu jemaah fokus pada ibadah tanpa khawatir.
Advertising
Heni tekankan komitmen itu kuat. Pemerintah hadir untuk seluruh jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Mereka dapat bantuan kapan saja butuh. Koordinasi ini lanjut hingga semua aman.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











