
Indonesia, Perssilam - F1 kembali menyoroti pernyataan tegas Mattia Binotto. Dia adalah bos Audi di proyek F1. Binotto bicara soal tantangan besar timnya. Mereka harus kembangkan unit tenaga untuk musim 2026. Unit tenaga ini jadi jantung mobil F1. Meski dapat bantuan dari FIA, Binotto bilang timnya tak bisa buat keajaiban cepat.
Advertising
FIA punya program ADUO. Namanya Additional Development and Upgrade Opportunities. Program ini baru untuk aturan 2026. Produsen unit tenaga boleh tingkatkan performa. Syaratnya, performa mereka di bawah batas tertentu. Batas acuan pegang Mercedes sekarang. Jika defisit 2 persen dari Mercedes, boleh satu kali upgrade. Defisit lebih besar, boleh upgrade lagi.
Audi kemungkinan dapat dua upgrade ADUO. Prediksi ini bikin harapan naik. Tapi Binotto tegas. Bantuan itu tak cukup bikin Audi langsung juara. Timnya fokus rencana panjang sampai 2030. Itu target utama mereka.
Binotto bicara ke media seperti RacingNews365. "Waktu kembangkan mesin F1 sangat panjang," katanya. "Kesenjangan dengan tim atas banyak dari unit tenaga. Kami sudah duga ini." Tantangan ini paling berat. Konsep mesin butuh waktu lama. Bukan kebetulan Audi pilih 2030 sebagai goal. Mereka tahu prosesnya lambat. Ia lanjut, "Kami punya ambisi tinggi. Tapi tak bisa selesai dalam beberapa race saja." Kenyataan beda dari harapan. Audi harus pahami posisi tim sekarang. Rencana jelas harus dipegang. Keajaiban tak mungkin lahir begitu saja.
Advertising
Binotto tutup kuat. "Kami tak bisa ciptakan keajaiban. Tapi kami punya rencana tepat." Rencana itu untuk hadapi masalah. Dan tingkatkan diri di masa depan. Pernyataan ini tunjukkan pendekatan realistis Audi. Mereka masuk F1 via Sauber tahun 2026. Binotto, mantan bos Ferrari, bawa pengalaman. Ia tahu dunia F1 keras.
Program ADUO bantu tim baru seperti Audi. Tanpa itu, kesenjangan makin lebar. Mercedes kuasai benchmark unit tenaga bertahun-tahun. Defisit 2 persen terdengar kecil. Tapi di F1, itu beda kemenangan dan kekalahan. Upgrade ADUO batasi satu atau dua kali saja. Tak boleh berlebihan.
Advertising
Binotto ulangi poin kunci. Pengembangan unit tenaga hybrid rumit. Butuh tes panjang di dyno dan trek. Audi bangun pabrik baru di Neuburg. Tapi hasil tak instan. Rencana 2030 beri ruang napas. Mereka target dominasi jangka panjang. Bukan shortcut musim debut.
Pernyataan ini jawab tanya fans. Banyak yang harap Audi langsung saingi Red Bull atau Mercedes. Binotto bilang tidak. Fokus bangun fondasi kuat. Itu kunci sukses F1. Tim yang buru-buru sering gagal. Audi pilih jalan sabar tapi pasti.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











