
Indonesia, Perssilam - Pengedar ganja dari jaringan Sumatra berinisial AS punya cara licik. Dia tabur ganja miliknya dengan bubuk kopi tebal. Modus ini sengaja dipakai untuk tutupi bau khas ganja. Barang haram itu dikirim lewat jasa ekspedisi dari Sumatra ke tempat lain. Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, ungkap detailnya. Dengan trik bubuk kopi, ganja lolos deteksi bau selama pengiriman. Paket sampai aman dari Sumatra ke Bekasi. Dari situ, barang disebar ke Jakarta, Depok, Bekasi, bahkan Jawa Timur. Jaringan ini luas. Dampaknya besar bagi masyarakat.
Advertising
Barang selalu pakai layanan ekspedisi biasa. Petugas pos tak curiga. Bau ganja hilang, diganti aroma kopi kuat. "Barang dikirim pakai layanan ekspedisi. Untuk kelabui dan samarkan baunya, ganja ditaburi bubuk kopi. Jadi tercium aroma kopi saja," kata Kapolres kepada wartawan di TKP. Kejadian itu Selasa, 3 Maret 2026.
Aksi AS terbongkar polisi. Awalnya dari pengembangan kasus ganja 2 kilogram di Sumber Arta, Bekasi. Polisi telusuri jejak. Mereka buru pelaku utama. Tim gerak cepat. Mereka tangkap AS di rumah kontrakan ibunya di Bintara, Bekasi. Tanggal sama, Selasa 3 Maret 2026. Saat razia, AS pegang ganja 30 kilogram. Bukti kuat di tangan.
Advertising
Polisi tak berhenti. Mereka lanjut ke rumah kontrakan AS dan keluarganya di Tambun, Kabupaten Bekasi. Razia lagi. Hasilnya, temukan ganja 9 kilogram lagi. Total keseluruhan hampir 40 kilogram. Semua ganja dari Sumatra. AS ambil langsung dari sana. "Jadi kalau dijumlah, jumlah ganja kurang lebih 40 kilogram. Ganja itu didapat pelaku AS dari Sumatra," tambah Kapolres. Polisi dalami kasus ini. Mereka cari keterlibatan orang lain. Siapa supplier? Siapa pembeli tetap? Pendalaman masih jalan.
BACA JUGA:Hukum : Kronologi Bertrand tewas kena tembakan polisi, Kapolrestabes Makassar: Tak sengaja pistolnya meletus
BACA JUGA:Hukum : Kronologi Bertrand tewas kena tembakan polisi, Kapolrestabes Makassar: Tak sengaja pistolnya meletus"Masih kita dalami dan kembangkan. Yang jelas, pelaku ini bukan kurir biasa. Dia punya stok besar. Barang disebar ke banyak tempat," ujar Kapolres. Kasus ini tunjukkan jaringan peredaran ganja masih aktif. Polisi tekad hancurkan dari akar. Masyarakat waspadai modus serupa di masa depan.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :













