
Indonesia, Perssilam - Menteri Sosial Saifullah Yusuf tekankan perlunya kuatkan data dan dampingi keluarga rentan. Langkah ini lindungi mereka dari risiko bahaya. Pernyataan itu muncul setelah kabar tragis soal anak sekolah di Nusa Tenggara Timur. Kejadian itu picu duka cita nasional. Mensos ungkapkan keprihatinan dalam. Ia bagikan duka atas musibah itu. Kejadian semacam ini butuh perhatian semua pihak. Pemerintah, masyarakat, dan tokoh harus gerak bersama.
Temukan lebih banyak
Bisnis
Advertising
"Tentu kita prihatin dan turut berduka. Ini menjadi perhatian dan atensi kita bersama," katanya. Ucapan itu keluar usai ia hadiri pertemuan tokoh ormas Islam dengan Presiden Prabowo Subianto. Acara gelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.
Gus Ipul, sapaan akrab Mensos, tekan penguatan data sebagai kunci utama. Data akurat pastikan tak ada keluarga rentan yang terlewat bantuan. Keluarga rentan ini sering hadapi masalah seperti kemiskinan parah, kekerasan, atau ancaman lain. Tanpa data tepat, program sosial gagal capai sasaran. "Bersama pemerintah daerah, kita harus memperkuat pendampingan dan memperkuat data kita. Kita harapkan tidak ada yang tidak terdata," ucapnya tegas. Pendampingan maksudnya bantuan langsung di lapangan. Petugas sosial kunjungi rumah, pantau kondisi, dan beri solusi cepat.
Advertising
Data berkualitas jadi pondasi kuat. Ia bantu pemerintah jangkau keluarga yang butuh perlindungan anak. Atau rehabilitasi bagi korban trauma. Bahkan pemberdayaan ekonomi untuk bangkit dari kemiskinan. Bayangkan keluarga di pelosok NTT. Data buruk bisa abaikan mereka saat bahaya datang.
"Ini kembali kepada data, bagaimana data ini kita sajikan sebaik mungkin. Sehingga kita bisa menjangkau keluarga-keluarga yang memerlukan perlindungan dan pemberdayaan," tambahnya. Proses ini libatkan update rutin.
Petugas verifikasi info di lapangan. Gabungkan dengan teknologi sederhana seperti aplikasi mobile untuk catat data real time.Saat ini, aparat kepolisian di NTT dalami kasus itu. Mereka kumpul bukti dan saksi. Pemerintah minta masyarakat sabar tunggu hasil resmi. Jangan sebarkan rumor. Spekulasi bisa ganggu proses hukum dan tambah luka korban.
.png)
Mensos yakin negara wajib hadir lebih dini. Sistem perlindungan sosial harus tangguh. Penguatan data dan pemutakhiran jadi prioritas. Ini cegah kerentanan sosial di masa depan. Contohnya, data lengkap bisa deteksi keluarga rawan dini. Sebelum tragedi ulang seperti di NTT.Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
BACA JUGA:Sepakbola : Curahan hati Emil Audero setelah dilempar petasan: telinga terasa sakit, lutut mengalami luka bakarKolaborasi pusat dan daerah jadi kunci sukses. Mensos ajak semua pihak ikut bangun basis data nasional. Hasilnya, intervensi tepat sasaran. Keluarga aman, anak terlindung. Negara capai tujuan sosial yang adil. Langkah ini tunjukkan komitmen pemerintah hadapi tantangan sosial hari ini.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :















