
Indonesia, Perssilam - Hamas menyatakan siap terima pasukan penjaga perdamaian dari luar negeri di Gaza. Mereka tolak keras campur tangan apa pun dalam urusan dalam negeri Gaza. Roya News laporkan ini pada Sabtu, 21 Februari 2026. Hazem Qassem, juru bicara Hamas, jelaskan posisi itu. Hamas ingin pasukan ini pantau gencatan senjata. Mereka pastikan pelaksanaan kesepakatan itu berjalan lancar. Pasukan juga jadi penyangga antara tentara Israel dan penduduk Gaza. Tapi, mereka tak boleh ganggu pemerintahan setempat.
Advertising
Qassem tambah, pelatihan polisi Palestina boleh dilakukan. Ini dalam bingkai nasional Palestina. Tujuannya jaga keamanan dalam negeri. Cegah kekacauan muncul lagi. Peran pihak luar harus terbatas. Hanya dukung stabilitas. Lindungi warga sipil. Bukan atur politik lokal.
Gaza sudah lama alami konflik panjang. Ribuan warga tewas. Rumah hancur. Ekonomi lumpuh. Pasukan penjaga perdamaian bisa bantu pulihkan ketertiban. Mereka seperti pengamat netral. Awasi agar tak ada pelanggaran lagi. Sementara itu, Board of Peace gelar rapat di Washington. Mereka bahas rencana bangun ulang Gaza setelah perang. Juga bentuk pasukan stabilisasi internasional.
Presiden Donald Trump umumkan kabar baik. Beberapa negara Teluk janjikan dana besar. Total lebih dari 7 miliar dolar AS. Itu setara 118 triliun rupiah. Uang ini untuk rekonstruksi Gaza. Bangun rumah baru. Perbaiki infrastruktur. Bantu warga pulih. Rapat itu rinci soal pasukan stabilisasi. Amerika Serikat pimpin tim itu. Kekuatan capai 20 ribu personel. Indonesia ikut kirim 8 ribu prajurit. Mereka jabat wakil komandan. Jenderal AS Jasper Jeffers umumkan ini..png)
.png)
Negara lain janji bantu juga. Maroko siap kontribusi. Kazakhstan ikut serta. Kosovo dan Albania komitmen kuat. Rencana ini tunjuk usaha dunia stabilkan Gaza. Setelah bertahun-tahun konflik. Sikap Hamas beri dukungan bersyarat. Mereka setuju pasukan internasional hadir. Asal tugas terbatas pantau dan lindungi. Tak campur urusan dalam Gaza. Langkah ini bisa jadi jembatan damai. Bantu warga Gaza hidup tenang lagi.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :













