
Indonesia, Satpol PP bertugas menegakkan peraturan daerah. Mereka larang warga minta sumbangan tanpa izin. Kegiatan itu ganggu ketertiban masyarakat. Kasatpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marilulua Situmorang, bicara hal ini di Bengkulu pada Sabtu. Ia bilang aksi minta sumbangan sebabkan kemacetan di jalur alternatif. Hal itu tambah susah bagi warga yang kena banjir. Masyarakat butuh ketenangan saat hadapi bencana.
Laporan masuk ke Satpol PP. Personel langsung turun tangan. Mereka tertibkan lokasi dan jaga agar oknum warga tak ulangi. Saat tim datang, orang-orang bawa kardus langsung kabur. "Begitu kami datang, orang-orang yang membawa kardus itu menghilang. Ini menunjukkan memang ada pelanggaran dan potensi gangguan ketertiban," jelas Sahat. Langkah ini cegah gangguan lanjutan di tengah banjir.
Pemkot Bengkulu gerak cepat tangani banjir. Hujan deras turun sejak Kamis malam, 1 Januari 2026. Mereka pasang tenda pengungsian. Mobil dapur umum dikirim. Perahu karet siap bantu warga. Fokus utama di Perumahan Korpri. Kawasan itu banjir paling parah. BPBD dan Tagana sudah stand by. Mereka beri bantuan langsung. "Secara garis besar kita sudah kumpul di Perumahan Korpri, itu salah satu kawasan yang paling parah banjirnya. Dari BPBD dan Tagana sudah siaga di lokasi untuk memberikan bantuan," kata I Made Ardana, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu.
Banjir rendam banyak wilayah. Perumahan Korpri di Kelurahan Bentiring terendam. Perumahan Ejuka di Kelurahan Bentiring sama. Jalan Tanggul Gang Merpati II di Kelurahan Rawa Makmur penuh air. RT 7 Kelurahan Semarang ikut kena. Kelurahan Tanjung Jaya juga basah. Puluhan rumah tak luput. Air masuk hingga dalam. Akses jalan di Kelurahan Rawa Makmur tutup total. Genangan tutup badan jalan. Kendaraan tak bisa lewat. Warga terpaksa cari rute lain. Situasi ini tambah rumit saat musim hujan awal tahun. (Red)
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :













