.png)
Indonesia, Tugu Mulyo, atau sering disebut Merasi ( klones / Kolonialisasi), adalah kecamatan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Indonesia. Kawasan ini ramai penduduknya dari kalangan transmigran asal Jawa. Banyak yang berasal dari Jawa Tengah dan Jogjakarta . Mereka datang melalui program transmigrasi pemerintah Belanda sekitaran tahun 1937 untuk membuka lahan baru.
Advertising
Tugumulyo terkenal sebagai daerah pertanian yang berkembang pesat. Petani di sini sukses tanam padi berkat sistem irigasi yang andal. Air mengalir lancar ke sawah-sawah luas. Sumber utamanya adalah Bendungan Watervang. Bendungan ini dibangun Belanda pada 1942. Ia membelah Sungai Kelingi, anak sungai Musi. Lokasinya di Tabapingin, dekat Lubuk Linggau.
Bendungan tua ini masih berfungsi baik. Ia sediakan air untuk saluran irigasi primer. Dari situ, air mengalir ke saluran sekunder lalu tersier. Sawah dekat saluran utama selalu basah. Panen padi sering melimpah di masa lalu.
Advertising
Kini, masalah muncul. Banyak irigasi dimanfaatkan untuk kolam air deras. Dampaknya buruk bagi petani. Debit air di saluran utama menurun tajam. Sawah jauh dari saluran primer kering. Sawah yang bergantung saluran tersier paling parah. Air tak sampai saat musim tanam kritis. Akibatnya, produksi padi di Tugumulyo dan Musi Rawas turun drastis. Petani kehilangan hasil panen. Mereka khawatir masa depan pertanian lokal. Pemerintah perlu atur penggunaan air lebih ketat agar sawah tetap subur.
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :
Advertising
Tag :
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)










