Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Tehnologi : Elon Musk menggugat OpenAI dan Microsoft dengan tuntutan mencapai Rp 2.200 Triliun, mengklaim bahwa dirinya telah dikhianati ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Wednesday, January 21, 2026

Tehnologi : Elon Musk menggugat OpenAI dan Microsoft dengan tuntutan mencapai Rp 2.200 Triliun, mengklaim bahwa dirinya telah dikhianati


Indonesia, Elon Musk mengajukan tuntutan ganti rugi dengan nilai yang sangat besar terhadap OpenAI dan Microsoft. Nilainya tidak main-main, berkisar antara 79 miliar hingga 134 miliar dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp 1.300 triliun hingga Rp 2.275 triliun. Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa gugatan tersebut diajukan dengan tuduhan bahwa OpenAI telah menipu Musk dengan meninggalkan misi awalnya sebagai organisasi nirlaba. Angka kerugian tersebut dihitung oleh saksi ahli dari pihak Musk, C. Paul Wazzan, seorang ekonom keuangan yang berpengalaman dalam menghitung valuasi dan kerugian finansial. Dalam profil profesionalnya, Wazzan disebutkan telah hampir 100 kali memberikan kesaksian di bawah sumpah dan tampil di persidangan lebih dari belasan kali dalam perkara komersial yang kompleks.
Advertising

Wazzan menilai bahwa Musk berhak atas porsi besar dari valuasi OpenAI saat ini yang mencapai sekitar 500 miliar dolar AS. Dasarnya adalah kontribusi awal Musk senilai 38 juta dolar AS ketika ikut mendirikan OpenAI pada tahun 2015. Jika dihitung secara kasar, klaim ini setara dengan 3.500 kali lipat dari investasi awal Musk. 
Tidak hanya uang, analisis Wazzan juga memasukkan kontribusi non-finansial Musk, mulai dari keahlian teknis hingga peran strategis bisnis yang ia berikan kepada tim awal OpenAI. Dari perhitungan tersebut, OpenAI dinilai telah memperoleh keuntungan yang tidak semestinya sebesar 65,5 miliar hingga 109,4 miliar dolar AS, sementara Microsoft yang kini menguasai sekitar 27 persen saham OpenAI, disebutkan meraup keuntungan antara 13,3 miliar hingga 25,1 miliar dolar AS.
Tim hukum Musk berargumen bahwa sebagai investor awal sebuah startup, Musk seharusnya memperoleh keuntungan yang berlipat ganda dari modal awal yang telah ia investasikan. Namun, besarnya nilai tuntutan ini justru menunjukkan bahwa pertarungan hukum tersebut bukan hanya sekadar masalah uang.
Pasalnya, kekayaan pribadi Musk saat ini diperkirakan mencapai sekitar 700 miliar dolar AS (setara Rp 12.000 triliun/kurs Rp 16.981), menjadikannya sebagai orang terkaya di dunia dengan jarak yang sangat jauh dari pesaing terdekatnya. Reuters mencatat bahwa harta Musk bahkan melampaui kekayaan Larry Page, pendiri Google yang berada di posisi kedua, hingga sekitar 500 miliar dolar AS menurut daftar miliarder Forbes.
Pada bulan November lalu, pemegang saham Tesla juga menyetujui paket kompensasi senilai 1 triliun dolar AS untuk Musk yang disebut sebagai paket bayaran korporasi terbesar dalam sejarah. Dengan latar belakang tersebut, tambahan 134 miliar dolar AS dari OpenAI akan terlihat relatif kecil bagi Musk.
OpenAI dilaporkan telah mengirimkan surat kepada para investor dan mitra bisnisnya pada hari Kamis (15/1) lalu. Dalam surat tersebut, perusahaan memperingatkan bahwa Musk kemungkinan akan melontarkan klaim-klaim yang sengaja dibuat dan menarik perhatian menjelang persidangan yang dijadwalkan berlangsung pada bulan April mendatang. Adapun perkara ini akan disidangkan di Oakland, California, AS.
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews