
Indonesia, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya yang strategis dalam mereformasi sektor pendidikan nasional sebagai fondasi utama bagi kemajuan bangsa. Dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable yang diadakan di Lancaster House, London, pada Selasa, 20 Januari 2025, Presiden mempresentasikan peta jalan pendidikan yang ambisius, termasuk undangan terbuka bagi perguruan tinggi Inggris untuk memperluas jangkauannya ke Indonesia.
Pendidikan sebagai Pemutus Rantai Kemiskinan
Di hadapan para perwakilan universitas terkemuka dari Britania Raya, Presiden Prabowo menekankan bahwa di abad ke-21 yang didominasi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan merupakan instrumen tercepat untuk mencapai keadilan sosial.
"Saya yakin bahwa pendidikan adalah kunci keberhasilan suatu bangsa," ungkap Presiden Prabowo. Beliau juga menambahkan bahwa layanan kesehatan dan pendidikan adalah dua pilar yang saling terkait dalam menciptakan masyarakat yang setara.
Untuk memutus siklus kemiskinan, pemerintah Indonesia saat ini berfokus pada pengembangan sekolah berasrama (boarding schools). Hingga saat ini, sebanyak 166 sekolah berasrama telah beroperasi untuk melayani anak-anak dari keluarga prasejahtera.
"Ini adalah satu-satunya cara untuk memutus apa yang para ahli sebut sebagai lingkaran kemiskinan," tegasnya.
Target 10 Universitas Baru Berstandar Global
Salah satu aspek penting dalam kunjungan kenegaraan ini adalah rencana untuk mendirikan 10 universitas baru di Indonesia yang akan berfokus pada bidang kedokteran, farmasi, serta sains dan teknologi.
Langkah ini diambil untuk mengatasi krisis tenaga medis, di mana Indonesia masih mengalami kekurangan sekitar 140.000 dokter.
Presiden Prabowo secara tegas menginginkan agar standar pendidikan Inggris diterapkan dalam proyek ini. "Saya ingin menerapkan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris," ujarnya.
Rencana strategis ini mencakup:
• Beasiswa Penuh: Mahasiswa berprestasi akan menerima pembiayaan penuh dari pemerintah.
• Pengantar Bahasa Inggris: Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama dengan standar IELTS melalui kerja sama dengan British Council.
• Rumah Sakit Pendidikan: Pembangunan rumah sakit berstandar internasional di setiap kampus untuk mengurangi devisa negara sebesar USD 6 miliar per tahun yang biasanya digunakan untuk berobat ke luar negeri.
Advertising
Akselerasi Melalui Transformasi Digital
Menyadari adanya ketertinggalan dalam standar pendidikan nasional, Presiden Prabowo juga mendorong perluasan pengajaran digital jarak jauh. Pemanfaatan teknologi ini bertujuan agar siswa di daerah terpencil tetap mendapatkan akses pengajaran dari guru-guru terbaik di bidangnya.
"Ini adalah cara bagi kita untuk melompat maju karena kita sebenarnya jauh tertinggal. Kami mengakui hal ini," kata Presiden secara terbuka.
Pemerintah menargetkan agar kawasan universitas baru tersebut siap menerima angkatan mahasiswa pertama pada awal tahun 2028.
Untuk mendukung ekosistem ini, Indonesia juga menjamin keamanan dan kualitas hidup bagi para dosen serta profesor asing yang nantinya akan mengajar sebagai tenaga ahli atau profesor tamu.
Melalui kemitraan yang telah terjalin dengan institusi seperti Universitas Indonesia dan Gadjah Mada, serta kehadiran kampus Inggris di Singosari dan Bandung, Presiden optimis kolaborasi ini akan membawa dampak positif.
Berita dan Artikel lainnya di :
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)







.png)








