
Indonesia, Wayang Golek lahir di tanah Sunda sekitar abad ke-17. Ia tumbuh sebagai bentuk baru dari wayang kulit Jawa Tengah. Wayang kulit pakai bayangan datar dari kulit kerbau. Suku Sunda suka bentuk tiga dimensi. Makanya, mereka ciptakan boneka kayu hidup sebagai tokoh utama. Boneka ini digerakkan tangan dalang di balik kelir. Menurut laman Sanggar Seni Getar Pakuan, Dalang Jayaperbangsa jadi orang pertama yang buat Wayang Golek terkenal. Ia tampilkan pertunjukan di banyak desa. Generasi dalang Sunda selanjutnya lanjutkan warisannya. Mereka tambah karya baru. Seni ini tetap hidup sampai sekarang.
Advertising
Popularitas Wayang Golek capai puncak di abad ke-19. Dalang legendaris Jawa Barat punya andil besar. Ki Darman sering main di Bandung dan sekitarnya. Ia tarik ribuan penonton malam demi malam. Ki Haji Sukarta bawa Wayang Golek ke kota-kota besar. Mereka perluas jangkauan dari desa ke kota. Pertunjukan jadi hiburan rakyat biasa.
Lambat laun, cerita epik Mahabharata dan Ramayana campur dengan kisah lokal Jawa Barat. Legenda Ciung Wanara cerita tentang pangeran yang pulang ke kerajaan Pakuan. Sangkuriang kisahkan pemuda yang tak sadar jatuh cinta ibunya sendiri. Kisah ini tambah warna narasi Wayang Golek. Cerita turun temurun dari ayah ke anak.
Advertising
Tiap pementasan Wayang Golek bawa pesan moral kuat. Pesan itu ambil dari kearifan Sunda sehari-hari. Tokoh Semar, adipati Punakawan, ajar kebijaksanaan. Ia ingatkan kesetiaan pada tuan. Punakawan lain seperti Gareng dan Petruk tunjukkan kejujuran. Mereka cerita bagaimana berani hadapi musuh. Penonton, dari anak sampai tua, dapat pelajaran hidup.
Di budaya Jawa Barat, Wayang Golek tampil di upacara adat. Misalnya, pernikahan Sunda atau selamatan panen. Ia juga muncul di perayaan besar seperti Haul Bapa Rahayu. Acara kenegaraan pakai Wayang Golek untuk sambut tamu negara. Festival budaya nasional sering undang dalang top. Bahkan tamu internasional dari Asia dan Eropa saksikan pertunjukan ini. Dalang Wayang Golek jadi pusat segalanya. Ia ceritakan kisah sambil gerakkan boneka. Suara tokoh keluar dari mulutnya sendiri. Ia main gamelan sederhana dengan kaki. Satu orang tangani semuanya. Penonton kagum lihat keahliannya.
Di budaya Jawa Barat, Wayang Golek tampil di upacara adat. Misalnya, pernikahan Sunda atau selamatan panen. Ia juga muncul di perayaan besar seperti Haul Bapa Rahayu. Acara kenegaraan pakai Wayang Golek untuk sambut tamu negara. Festival budaya nasional sering undang dalang top. Bahkan tamu internasional dari Asia dan Eropa saksikan pertunjukan ini. Dalang Wayang Golek jadi pusat segalanya. Ia ceritakan kisah sambil gerakkan boneka. Suara tokoh keluar dari mulutnya sendiri. Ia main gamelan sederhana dengan kaki. Satu orang tangani semuanya. Penonton kagum lihat keahliannya.Advertising
Di tengah zaman modern, pelestarian Wayang Golek terus jalan. Sanggar seni latih dalang muda. Sekolah seni ajar teknik boneka kayu. Festival tahunan di Bogor dan Bandung tarik wisatawan. Generasi baru pelajari cerita lama. Wayang Golek tetap jadi bagian jiwa Sunda. Ia jaga tradisi agar tak hilang.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
Editor: Redaktur Perssilam Silampari NewsBerita dan Artikel lainnya di :
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)













