
Indonesia, Aktivitas belanja online semakin umum di Indonesia, dengan banyak orang membeli kebutuhan rumah tangga dan alat kerja. Pengiriman paket meningkat, dan pengguna menerima informasi tentang pengiriman melalui aplikasi dan SMS. Namun, penipu mengambil kesempatan dari situasi ini, dengan 26,5 persen orang Indonesia pernah tertipu secara online. Mereka menggunakan pesan yang terlihat sah dengan masalah pengiriman untuk menipu korban.
Advertising
Penipu mengirim kode QRIS dengan klaim pengembalian uang. Ketika korban memindai kode itu, uang mereka hilang. Kasus penipuan ini meningkat dan menunjukkan bahwa dengan kemudahan teknologi juga muncul risiko.
Penipuan sering dilakukan melalui telepon atau chat, mengancam korban untuk bertindak cepat agar tidak kehilangan uang atau paket.Reaksi :Artikel Terkait
Advertising
Banyak orang menjadi korban penipuan karena pesan yang menekan. Penipu memberi ancaman untuk bertindak cepat atau kehilangan uang. Metode penipuan beragam, seperti QRIS palsu dan resi pengiriman yang diedit.
Mereka menciptakan dokumen dan situs palsu untuk menipu korban agar mentransfer uang atau memberikan informasi pribadi. Untuk tidak menjadi korban, selalu gunakan situs resmi J&T Cargo.
Advertising
Hindari link mencurigakan dan cek nomor resi di aplikasi resmi. Jika ragu, hubungi call center resmi. J&T Cargo juga meluncurkan kampanye “Jangan Ketipu, Cek Dulu” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Verifikasi sebelum mengambil tindakan.
Berita dan Artikel lainnya di :
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)






.png)








