
Indonesia, Rusli Habibie, anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, memuji capaian lifting migas nasional tahun 2025. Lifting migas berarti jumlah produksi minyak dan gas bumi per hari. Hasil itu melebihi target APBN. Ini jadi tanda sukses pemulihan sektor hulu migas. Hulu migas mencakup eksplorasi dan produksi awal minyak serta gas.
Beberapa tahun terakhir, produksi migas nasional terus menurun. Lapangan-lapangan tua menyulitkan aliran minyak dan gas. Biaya investasi juga tinggi. Kini, tren itu berbalik. Capaian 2025 bukti nyata perbaikan.
Rusli bilang, ini bukan sekadar soal angka produksi. Capaian itu tunjukkan tata kelola migas yang lebih baik. Kebijakan nasional kini lebih efektif. Hal ini krusial. Industri migas harus bertahan. Tantangan lapangan tua masih ada. Investasi besar tetap diperlukan.
Rusli berasal dari daerah pemilihan Gorontalo. Sebagai legislator, dia soroti peran Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Kepemimpinan Bahlil bawa perubahan besar. Pengambilan keputusan lebih tegas. Masalah hulu migas cepat selesai. Pendekatan Bahlil langsung ke lapangan. Respon terhadap hambatan teknis kilat. Eksekusi jadi prioritas utama.
“Keberhasilan melampaui target lifting migas APBN tunjukkan kebijakan Kementerian ESDM efektif. Ini cerminkan kepemimpinan yang satukan semua pihak di sektor migas. Mereka kerja lebih fokus dan terukur,” kata Rusli. Pernyataan itu dia sampaikan pada Senin, 12 Januari 2026. Redaksi terima keterangan resmi itu.
Pikirkan sisi ekonomi besar. Capaian ini kuatkan posisi fiskal negara. APBN dapat pendapatan lebih dari royalti dan pajak migas. Ketergantungan impor energi berkurang. Indonesia impor bahan bakar minyak sebelumnya. Kini, produksi lokal bantu penuhi kebutuhan. Ini strategis buat ketahanan energi nasional. Anggaran negara lebih stabil.
Sektor energi dan sumber daya mineral tetap pondasi ekonomi Indonesia. Hulu migas sumbang porsi besar PDB. Keberhasilan ini harus dijaga. Kebijakan perlu konsisten. Orientasi jangka panjang wajib ditegakkan. Rusli tekankan poin itu.
“Dengan kebijakan yang jelas dan kepemimpinan kuat di Kementerian ESDM, kami yakin sektor hulu migas terus beri kontribusi besar. Ini dukung ketahanan energi dan kepentingan bangsa,” tutup Rusli.
Capaian 2025 ini beri pelajaran berharga. Tata kelola baik hasilkan produksi tinggi. Kepemimpinan aktif atasi masalah cepat. Koordinasi antar lembaga picu sinergi. Pembaca mungkin tanya, apa tantangan ke depan? Lapangan tua butuh teknologi baru. Investasi asing harus terus masuk. Pemerintah sudah dorong itu lewat insentif.
Produksi migas stabil bantu harga BBM domestik. Ekonomi rakyat terdampak positif. Industri hilir seperti pabrik pupuk juga untung dari gas lokal. Semua pihak menang. Optimisme Rusli punya dasar kuat. Data APBN 2025 buktikan kebijakan kerja. Sektor migas Indonesia bangkit.
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :










