![]() |
Data ini muncul di unggahan Instagram resmi Pemkab Tapteng. Judulnya "Update data bencana banjir bandang dan longsor Kabupaten Tapanuli Tengah". Postingan itu tunjukkan 20 kecamatan kena dampak parah. Korban jiwa paling banyak di Kecamatan Pandan, Tukka, dan Sitahuis. Misalnya, Pandan catat 25 tewas. Tukka kehilangan 25 jiwa dan 59 orang hilang. Sitahuis laporkan 23 tewas serta 6 hilang.
Tak hanya tewas dan hilang, 524 warga luka-luka. Total warga yang kena imbas bencana ini capai 296.454 orang. Sebanyak 18.331 orang terpaksa tinggalkan rumah. Mereka kumpul di posko pengungsian yang dibuat pemerintah. Tempat itu tersebar di berbagai sudut wilayah.
Tim SAR gabungan masih gelar operasi pencarian. SAR itu gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan warga lokal. Mereka kerja keras evakuasi korban. Tapi cuaca buruk dan jalan rusak jadi hambatan besar. Hujan deras bikin medan licin. Jembatan putus dan sungai membengkak sulitkan akses ke desa terpencil.
BACA JUGA:Digitalisasi Kunci dalam Penanganan Kesehatan Mental di Indonesia dan Timor Leste
Berikut rincian korban tewas dan hilang per kecamatan di Tapteng :
Pandan: 25 tewas. Tukka: 25 tewas, 59 hilang. Badiri: 12 tewas, 12 hilang. Sarudik: 4 tewas. Tapian Nauli: 4 tewas, 11 hilang. Pinangsori: 2 tewas, 3 hilang. Sibabangun: 3 tewas, 9 hilang. Sukabangun: 1 tewas. Sorkam: 2 tewas. Barus Utara: 2 tewas. Sitahuis: 23 tewas, 6 hilang. Data ini bantu petugas fokus ke area rawan.
Pemda Tapteng imbau warga tetap siaga. Ikuti petunjuk petugas di lapangan. Tanah masih gampang longsor setelah banjir. Potensi bencana tambahan tinggi. Warga diminta jauhi lereng bukit dan sungai deras. Begitu data terkini bantu masyarakat pahami situasi dan langkah selanjutnya.
Reaksi :














