![]() |
| Risiko Kelahiran Prematur yang Disebabkan oleh Paparan Mikroplastik |
Menurut Nisa, sebagian besar kasus kelahiran prematur dimulai dari masalah kesehatan ibu. Benda asing seperti mikroplastik bisa mengganggu sistem pencernaan. Gangguan itu lalu berkembang jadi infeksi. Infeksi ini berisiko merusak kehamilan. "Sebenarnya, masuknya benda asing ke tubuh itu dapat memicu gangguan pencernaan. Gangguan tersebut bisa saja berkembang menjadi infeksi yang berdampak pada kehamilan," kata Nisa saat berbincang dengan wartawan di Kantor Pfizer Indonesia, Jakarta, pada Selasa, 18 November 2025.
Nisa menambahkan bahwa gejala seperti sakit perut atau sumbatan usus perlu segera dicek dokter. Pemeriksaan lebih lanjut sangat penting. "Kalau muncul gejala-gejala klinis, patut dikhawatirkan mengarah ke prematuritas juga," tambahnya. Kelahiran prematur berarti bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Bayi prematur sering butuh perawatan khusus di inkubator. Ini bisa menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang bagi bayi dan ibu.
Baca Juga:
Nisa menekankan perlunya kewaspadaan lebih. Paparan lingkungan kini sulit dihindari sepenuhnya. Plastik ada di mana-mana, dari kemasan makanan hingga polusi udara. Ia sarankan ibu hamil menjaga pola makan sehat. Minum air bersih juga krusial. Olahraga ringan dan istirahat cukup bisa cegah komplikasi. Dengan begitu, ibu hamil kurangi risiko infeksi dari mikroplastik.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan sudah ingatkan masyarakat. Mereka minta waspada terhadap mikroplastik saat musim hujan. Peringatan ini keluar setelah penemuan partikel plastik di air hujan Jakarta. Air hujan yang tercemar bisa digunakan untuk mandi atau minum jika tidak disaring. Hal ini tingkatkan paparan langsung.
Baca Juga:
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, bilang mikroplastik tidak langsung berbahaya. Tubuh bisa keluarkan sebagian partikel itu. Tapi, fenomena ini tetap perlu diamati. "Persebaran partikel plastik menunjukkan memburuknya kualitas lingkungan. Fenomena ini perlu diwaspadai, bukan ditakuti," ujar Aji.
Aji tekankan pentingnya kendalikan sumber polusi plastik. Buang sampah plastik dengan benar bisa bantu. Kurangi penggunaan plastik sekali pakai juga efektif. Langkah ini kurangi dampak kesehatan di masa depan. Misalnya, kurangi risiko infeksi kronis pada semua orang, termasuk ibu hamil. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama. Dengan begitu, lingkungan lebih aman untuk generasi mendatang.
Baca Juga:
Reaksi :














