![]() |
| Menpora memberikan dukungan terhadap pariwisata olahraga melalui Borobudur Marathon 2025 |
Di kesempatan itu, Erick Thohir langsung melepas ratusan peserta yang siap berlari di tiga kategori utama: marathon penuh sepanjang 42 kilometer, half marathon 21 kilometer, dan lomba 10 kilometer. Ia menyapa para pelari dengan pesan sederhana namun penuh perhatian. "Saya harap yang mulai startnya sehat, baliknya juga harus sehat, jangan dipaksakan," katanya sambil tersenyum. Kata-kata itu mengingatkan pentingnya keselamatan, terutama bagi pemula yang ikut untuk pertama kali. Banyak pelari tampak antusias, meski rute lomba melewati bukit-bukit indah di sekitar Borobudur yang bisa melelahkan.
Erick Thohir jelaskan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga terus beri dukungan penuh untuk Borobudur Marathon. Acara ini dijadikan program utama untuk gabungkan olahraga dan pariwisata. Dukungan itu fokus pada pembangunan sistem olahraga serta wisata yang tahan lama. Ia bilang, "Kami dari pemerintah pusat akan terus dorong Borobudur Marathon jadi ajang lomba lari kelas atas yang dikenal dunia. Nanti kami kerjasama dengan pemerintah provinsi." Saat bicara, ia didampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang juga tunjukkan komitmen serupa.
Baca Juga:
Prabowo dan Paul Keating Membahas Dunia Tanpa Batas
Menurut Erick, acara ini sudah masuk edisi kesembilan dan kualitasnya makin baik setiap tahun. Peningkatan itu krusial karena tahun depan, pada 2026, Borobudur Marathon genap satu dekade. Ajang ini mulai digelar sejak 2017, awalnya hanya tarik pelari lokal, tapi kini jadi magnet internasional. Label Elite yang baru diraih tahun ini artinya lomba memenuhi standar dunia dari Asosiasi Federasi Atletik Internasional, seperti pengaturan rute yang adil dan fasilitas medis lengkap.
Tahun ini, peserta datang dari 38 negara, naik dari 26 negara tahun lalu. Total pelari capai sekitar 11.500 orang, termasuk atlet profesional dan hobi. Lonjakan itu tunjukkan popularitas Borobudur sebagai destinasi lari yang unik, dengan latar candi kuno UNESCO. Bagi pembaca yang penasaran, marathon elite berarti waktu catatan bisa diakui resmi untuk kualifikasi Olimpiade atau kejuaraan dunia.
Erick tekankan bahwa Borobudur Marathon bukan hanya untuk atlet top. Acara ini buka pintu bagi masyarakat biasa yang ingin jaga kesehatan. "Olahraga lari seperti ini bisa cegah penyakit sebelum datang," ujarnya. Ia sebut lari rutin bantu kurangi risiko diabetes, jantung, dan obesitas, sesuai saran ahli kesehatan. Banyak pelari amatir ikut untuk tantang diri, rasakan udara segar Magelang, dan nikmati pemandangan sawah hijau sepanjang rute.
Dari sisi ekonomi, Erick Thohir soroti manfaat besar Borobudur Marathon bagi warga sekitar. Acara ini dorong pariwisata olahraga yang hidupkan usaha kecil. Perputaran uang tahun ini diperkirakan Rp74 miliar, terutama lewat hotel, makanan, dan transportasi. Misalnya, penginapan di Magelang dan Yogyakarta penuh seminggu sebelum lomba, bantu pemilik homestay dapat pendapatan ekstra. Ini ciptakan lapangan kerja sementara dan tingkatkan penjualan produk lokal seperti batik atau makanan tradisional.
Baca Juga:
Kenali Makanan dan Minuman Pemicu Asam Urat dan Strategi Pencegahannya
Kementerian Pemuda dan Olahraga siap kerjasama dengan komunitas lari atau penyelenggara acara olahraga lain. Salah satu ide adalah kumpulkan marathon di Indonesia jadi seri nasional, seperti Borobudur Marathon gabung dengan event di Bali atau Jakarta. "Saya terbuka jika pemerintah bisa dukung event besar begini. Saya juga baru pelajari cara dorong marathon ini jadi ajang dunia untuk Indonesia," kata Erick. Langkah itu bisa jawab kebutuhan atlet lokal yang butuh kompetisi berkualitas tinggi.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ucapkan terima kasih atas bantuan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Ia anggap Borobudur Marathon sebagai investasi jangka panjang untuk wisata Jawa Tengah. "Event ini akan picu marathon lain di daerah," katanya. Menurutnya, kegiatan ini sehatkan masyarakat, gerakkan usaha kecil menengah, dan jadikan Jawa Tengah pusat marathon dunia. Dengan rute ikonik di Borobudur, provinsi ini punya potensi tarik jutaan wisatawan olahraga setiap tahun, sambil lestarikan budaya Jawa.
Reaksi :














