Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App PSSI Mendukung Inisiatif FIFA untuk Melawan Diskriminasi dan Penyalahgunaan Daring dalam Sepak Bola ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Kamis, November 20, 2025

PSSI Mendukung Inisiatif FIFA untuk Melawan Diskriminasi dan Penyalahgunaan Daring dalam Sepak Bola

PSSI Mendukung Inisiatif FIFA untuk Melawan Diskriminasi dan Penyalahgunaan Daring dalam Sepak Bola

Indonesia, Peringatan Hari Internasional Toleransi pada 16 November setiap tahun menjadi kesempatan besar bagi sepak bola global. Hari ini, yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengingatkan semua pihak bahwa olahraga raja ini harus jadi tempat aman bagi semua orang. Di sini, inklusivitas harus mendominasi. Tidak ada ruang untuk diskriminasi apa pun, mulai dari rasisme hingga ujaran kebencian.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sering menyuarakan hal ini dengan tegas. Ia bilang sepak bola harus lindungi semua orang, baik di lapangan hijau, di bangku penonton, atau di dunia maya. Rasa aman dan hormat antarmanusia jadi pondasi utama. Tanpa itu, permainan bisa rusak.

FIFA luncurkan layanan khusus bernama FIFA Social Media Protection Service atau SMPS sejak 2022. Layanan ini lindungi pemain, pelatih, tim, dan wasit dari serangan di media sosial. Dampaknya bisa parah, seperti stres berat atau ancaman fisik. SMPS gabungkan alat teknologi modern dengan tim ahli. Mereka pantau konten setiap hari. Begitu temukan unggahan penuh kebencian, tim langsung bertindak. Mereka laporkan ke platform seperti Twitter atau Instagram.

Advertising

Baca Juga:

Harga Antam mengalami kenaikan sebesar Rp21 ribu pada tanggal 19 November 2025

Di tahun 2025 saja, SMPS catat lebih dari 30.000 unggahan kasar. Semua dilaporkan ke pemilik platform. Selain itu, 11 orang pelaku dilimpahkan ke polisi. Sejak awal berdiri, total sudah lebih dari 65.000 unggahan yang direkomendasikan untuk dihapus atau ditinjau ulang. Angka ini tunjukkan betapa seriusnya masalah di ruang digital. Banyak kasus muncul setelah pertandingan sengit, di mana suporter lawan saling serang secara online.

Lihat saja pada FIFA Club World Cup 2025. SMPS pantau 2.401 akun dari lima platform berbeda. Mereka analisis lebih dari 5,9 juta unggahan. Hasilnya, 179.517 postingan ditandai untuk pemeriksaan lebih dalam. Dari situ, 20.587 unggahan langsung dilaporkan. Contohnya, unggahan yang ejek pemain berdasarkan ras atau agama. Data ini buktikan ancaman online terus naik. Tapi FIFA siap hadapi dengan langkah tepat. Mereka punya rencana jangka panjang untuk kurangi risiko.

Selain laporan, FIFA ambil tindakan keras lain. Mereka blacklist individu yang sering abuse. Orang-orang ini dilarang beli tiket pertandingan resmi FIFA. Langkah ini cegah mereka datang ke stadion dan sebarkan kebencian secara langsung. Semua ini bagian dari upaya jaga sepak bola tetap bersih dan adil.

Di Indonesia, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI ikut komitmen ini sepenuh hati. PSSI anggap toleransi dan perlindungan digital sebagai prioritas utama. Mereka masukkan literasi media sosial ke program rutin. Ini bantu jaga ekosistem sepak bola nasional tetap sehat. PSSI pantau konten kebencian di platform lokal. Mereka juga dukung pelatihan untuk pemain dan klub.

Pencegahan jadi fokus utama. PSSI kuatkan monitoring harian. Mereka ajari suporter cara pakai media sosial dengan bijak. Misalnya, bagaimana hindari komentar negatif yang bisa picu konflik. Edukasi ini penting bagi pemain muda, yang sering jadi sasaran. Klub-klub seperti Persib atau Persija pun terlibat dalam program ini.

Advertising

Baca Juga:

Risiko Kelahiran Prematur yang Disebabkan oleh Paparan Mikroplastik

Indonesia punya jutaan suporter aktif di dunia digital. Mereka suka bagikan momen pertandingan. Tapi tanpa edukasi, ruang ini bisa jadi sarang masalah. Langkah preventif seperti workshop online bantu bangun budaya hormat. Ini jadi identitas baru sepak bola tanah air. Suporter belajar rayakan kemenangan tanpa hina lawan.

Pada akhirnya, sepak bola adalah tentang kebersamaan. Ia satukan orang dari berbagai latar belakang. Di sini, kita rayakan skill dan semangat tim. Bukan tempat untuk rasisme atau kata-kata kasar. Jauhkan perilaku buruk agar olahraga ini tetap jadi sumber kegembiraan bagi semua.

Reaksi :

Share:
Advertising
You Might Like
BRI Super League
Religi
Random Post
Nasional



X

Premier League

BRI Super League : Persija memberikan waktu libur kepada skuadnya pada saat perayaan Idulfitri

Indonesia, Perssilam - Setelah menyelesaikan laga pekan ke-25 Liga 1 2025/2026 melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadiu...

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Popular

Archive

Pengunjung

32,626,110
 

close